MARI BERBAGI KASIH (2 Korintus 8:1-15)

by samuelyasa


Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. Seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”                2Kor. 8:14-15

 

Bencanaalam, seperti halnya gempa bumi, tanah longsor, tsunami, banjir bandang merupakan hal yang akrab kita dengar dalam telinga kita.  Bencana alam ini menyebabkan kerugian materiil dan kerugian lainnya dalam jumlah yang tidak sedikit.  Korban bencana alam memerlukan pelayanan medis dan pelayanan lainnya untuk mendukung kondisi mereka yang terkena bencana.  Di tengah-tengah kondisi seperti ini, gereja Tuhan juga dipanggil untuk berpartisipasi dalam menanggung beban bersama.

Bagian yang kita renungkan pada hari ini menceritakan mengenai kepedulian jemaat Makedonia.  Jemaat Makedonia adalah jemaat yang hidup dalam keadaan yang sangat berat.  Mereka dicobai dengan pelbagai pencobaan. Hal ini diperparah dengan kondisi mereka yang miskin.  Namun, Alkitab mencatat di tengah-tengah kondisi mereka yang tidak ideal ini, mereka masih mau berbagian di dalam pelayanan kasih kepada orang-orang kudus.  Apa yang mereka lakukan bukan karena paksaan melainkan karena kerelaan hati mereka sendiri. Dalam hal inilah mereka mendapat pujian dari Paulus.  Bagi Paulus, tindakan mereka ini patut dicontoh oleh jemaat-jemaat Tuhan yang lain tidak terkecuali juga bagi jemaat di masa modern ini. Dewasa ini, pelayanan kasih seperti yang dilakukan oleh jemaat Makedonia ini dikenal dengan istilah pelayanan diakonia.  Pelayanan diakonia adalah pelayanan yang harus ada dalam sebuah gereja. Bagi I.C. Sikhel, seorang peneliti agama kristen, sebuah gereja tanpa pelayanandiakonia itu bukanlah gereja. Pelayanan diakonia tanpabangunan gereja akan terus dan tetap ada, karenapelayanan diakonia merupakan jatidiri Gereja. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa gereja dan pelayanan diakonia merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Gereja berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat.  Oleh karena itu, sudah seharusnya gereja juga peduli dengan kondisi yang terjadi di lingkungannya.  Dengan adanya berbagai macam bencana alam yang mungkin melanda negara kita, gereja dapat berperan serta dalam membantu korban bencana alam dengan pelayanan diakonianya.  Sudahkah kita mau terlibat?  Kiranya Tuhan menolong kita sekalian.  Amin.