JANGAN SEMBUNYIKAN DIRI-MU! (Yesaya 58:1-12)

by samuelyasa


Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman,  . . .supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!      Yes. 58: 6-7

 

Kehidupan religius bangsa Israel tidak perlu diragukan lagi. Mereka adalah orang yang suka mencari Tuhan.Selain itu, mereka adalah orang yang suka untuk mengenal segala jalan Tuhan.Secara literal, frasa ini memiliki pengertian bahwa orang Isarel memiliki hasrat untuk menyelidiki jalanTuhan. Bukan hanya itu saja, orang Israel bukanlah orang yang suka untuk meninggalkan hukum-hukum Allah.Alkitab mencatat mereka menanyakan kepada Allah tentang hukum-hukum yang benar.Menanyakan kepada Allah tentang hukum-hukum yang benar berarti bahwa mereka memiliki kerinduan untuk mempelajari Allah yang memberikan hukum itu.Bahkan, mereka adalah orang yang suka mendekat kepada Allah.Tidak hanya itu saja, mereka juga suka untuk berpuasa dan puasa mereka adalah puasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.Namun, kehidupan religius yang begitu luar biasa itu, tidak mendapatkan perhatian dari Tuhan. Lalu, apa yang menyebabkan Tuhan tidak mengindahkan kehidupan religius orang Isarel yang luar biasa itu?  Rupanya kehidupan religius orang Israel yang begitu memukau itu tidak dibarengi dengan praksis yang baik.Mereka tidak suka memperhatikan sesama mereka yang miskin, lapar, telanjang atau tidak punya rumah.Hal ini semakin diperparah dengan kondisi mereka yang saling berbantah, berkelahi dan menindaskaum yang lemah.

 

Meskipun demikian, Allah adalah  Allah yang setia dan panjang sabar.  Di satu sisi, Ia mengecam kehidupan religius orang Israel, namun di sisi yang lain, Ia memberitahukan kepada mereka hal yang dikehendaki-Nya.  Bagi Allah, kehidupan religius yang memukau itu harus dibarengi dengan praksis kehidupan yang baik pula, seperti membuka belenggu kelaliman, memecahkan roti bagi orang-orang yang lapar, memberikan tumpangan kepada orang miskin yang tidak mempunyai rumah, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang dan lain sebagainya.  Tanpa praksis yang baik, maka kehidupan religus yang memukau itu tidak ada artinya di hadapan Allah.Kiranya Tuhan menolong kita agar kehidupan religius kita dibarengi dengan praksis yang baik pula. Amin.               CU