PENGORBANAN TOTAL

by samuelyasa


Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.    Filipi 2:8

 

Selama hidup di dunia Tuhan Yesus menjalaninya dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu taat kepada Allah Bapa. Segala tindakan yang dilakukan-Nya tidak sembrono tetapi benar-benar sesuai dengan yang Allah Bapa kehendaki di dalam waktu yang tepat. Untuk menjalankan ketaatan tersebut tentu dibutuhkan pengorbanan yang sangat besar. Pertama, untuk menjadi manusia, Ia harus mengorbankan segala kemuliaan-Nya di surga. Kedua, tentunya Ia harus mengorbankan kehendak diri-Nya untuk menjalankan kehendak Bapa, dan sudah pasti itu sangat mengorbankan kenyamanan diri-Nya. Ketiga, untuk menjalankan ketaatan secara penuh, Tuhan Yesus harus mengorbankan hidup-Nya. Ia rela mati bahkan dengan cara yang sangat hina, yaitu di kayu salib.

Sebagai anak-anak-Nya dan hamba-hamba-Nya, maka sudah seharusnya kita juga memiliki hidup yang rela berkorban total untuk melayani Tuhan yang sudah lebih dahulu berkorban bagi keselamatan jiwa kita. Masalahnya, kita sering terlalu menikmati kenyamanan kita sehingga kita enggan untuk berkorban. Ketika kita sedikit saja dikecewakan dalam pelayanan, kita akhirnya marah dan mundur karena kita menempatkan diri kita terlalu mahal. Seringkali kita juga tidak mau repot, sehingga akhirnya kita tidak melayani. Jika kita melihat pengorbanan Kristus bagi kita, maka sesungguhnya tidak akan pernah ada pengorbanan kita yang terlalu mahal karena Dia sudah lebih dahulu mengorbankan segala kemuliaan, harga diri, bahkan nyawa-Nya bagi kita. Di minggu Advent (penantian kelahiran Kristus) kedua ini, mari kita mengenang kembali segala pengorbanan Tuhan bagi kita sehingga itu memotivasi kita untuk hidup berkorban bagi Dia. -va

 

Waktu kecil kita merindukan Natal, hadiahyang indah dan menawan

Namun tak menyadari seorang Bayi t’lah lahir bawa kes’lamatan ‘tuk manusia

Waktu pun berlalu dan kita pun tahu anug’rah yang besar dari Bapa

Yang relakan anak-Nya disiksa dan disalibkan di Bukit Kalvari kar’na kasih

Karena kita Dia menderita, karena kita Dia disalibkan

Agar dunia yang hilang diselamatkan dari hukuman kekal

T’lah kudapat jalan kehidupan tatkala kubukakan hatiku bagi-Nya

S’gala perkataan dan perbuatanku, kuinging memuji Dia

(Syair oleh Avalon)