KENOSIS

by samuelyasa


melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. – Filipi 2:7

 

Kenosis adalah sebuah doktrin tentang pengosongan diri yang dilakukan oleh Kristus. Banyak perdebatan yang terjadi dalam doktrin ini salah satunya adalah masalah natur keilahian dan kemanusiaan Kristus. Tetapi di dalam doktrin kenosis kita akan belajar kerendahan hati Tuhan kita. Doktrin ini tidak berbicara tentang hilangnya natur Ilahi dalam diri Tuhan Yesus, tetapi bagaimana Ia tidak menonjolkan keilahian-Nya. Ia rela menanggalkan segala kemuliaan-Nya sebagai Allah lalu terlahir sebagai manusia, bahkan menjadi hamba yang menderita sebagaimana dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Sebagai manusia, Kristus tidak menggunakan keilahian-Nya untuk kepentingan diri-Nya. Kita menyaksikan keilahian Kristus dalam mujizat yang Ia lakukan bagi manusia yang membutuhkan pertolongan-Nya dan pengampunan dosa yang Ia berikan, serta dalam semua penyataan tentang kesetaraan-Nya dengan Allah Bapa. Yang luar biasa justru ketika Ia ditangkap dan disiksa bahkan sampai disalib, Ia sama sekali tidak menujukkan mujizat spektakuler untuk menyelamatkan diri-Nya. Sebagai seorang hamba Ia taat menjalani apa yang harus Ia kerjakan.y

Dari doktrin tentang kenosis ini kita belajar kerendahan hati Tuhan kita untuk menjadi hamba yang taat untuk menjalankan misi penyelamatan bagi manusia, bahkan dalam kehidupan-Nya di dunia Ia mengorbankan kenyamanan diri-Nya untuk menolong orang-orang yang datang kepada-Nya. Sayangnya yang terjadi adalah manusia sering menyombongkan dirinya dan selalu mau untuk dilayani. Kalau toh terlibat dalam pelayanan, itu pun bisa dilakukan dengan memaksakan kehendak sendiri dan jika ada hal yang tidak sesuai dan merasa dikecewakan akhirnya membuat ngambek lalu mundur dari pelayanan. Mari kita kembali bercermin dari kehidupan Tuhan Yesus yang rendah hati dalam melayani.

 

Doa: Ya Tuhan, ampuni kami akan segala keegoisan dan kesombongan kami. Ajar kami untuk dengan rendah hati melayani-Mu melalui pelayanan kami terhadap sesama. Amin. -va

Iklan