EGP

by samuelyasa


Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. – Filipi 2:2-5

 

Pada waktu saya masih duduk di bangku SMP terkenal satu istilah, yaitu “emang gue pikirin” atau disingkat EGP, bahkan kadang-kadang ditambah dengan “au ah (gak tau ah), gelap”. Istilah ini mau mengekspresikan bahwa kita tidak mau tahu dengan apa yang seseorang bicarakan. Saat ini kita masuk di dalam zaman di mana tuntuan hidup semakin berat. Ada begitu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi di tengah-tengah kondisi perekonomian yang berat. Banyak orang yang akhirnya sibuk memikirkan dan mengejar kebutuhannya sendiri lalu tidak lagi peduli dengan keadaan orang-orang di sekitarnya, bahkan bisa ada yang rela merugikan kepentingan orang lain demi kepentingannya sendiri.

 

Ayat di atas merupakan surat yang Paulus tulis kepada jemaat Filipi yang sekaligus mengingatkan kita untuk hidup tidak hanya mencari kepentingan diri sendiri tetapi juga memperhatikan kepentingan orang lain. Orang lain di sini mengacu kepada orang lain di luar diri kita, mulai dari sesama orang percaya sampai orang-orang yang belum percaya kepada Kristus. Untuk itu Paulus mengajak kita untuk hidup meneladani Kristus dengan memikirkan dan merasakan apa yang Kristus pikir dan rasakan sehingga tingkah laku hidup kita juga sesuai dengan yang Kristus lakukan. Kristus sebagai Allah Anak adalah Pribadi yang dengan rendah hati mau taat kepada kehendak Allah Bapa meskipun ada penderitaan yang harus Ia alami untuk menjalankan ketaatan tersebut.

 

Sebagai orang Kristen, mari kita bersama-sama terus belajar dan rela dibentuk oleh Guru Agung yang menjadi Teladan hidup kita. Biarlah proses pembentukan itu terjadi dalam seluruh hidup kita.

 

Doa: Tuhan, tolong kami untuk hidup meneladani-Mu. Amin.                    -va

Iklan