BELAS KASIHAN (3)

by samuelyasa


119:58 Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.Mazmur

 

18:10 “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Lukas

 

Kita tahu ayat yg mengatakan bahwa upah dosa adalah maut, dan bila TUHAN menegakkan hukum tersebut secara harafiah maka setiap manusia yg melakukan perbuatan dosa langsung akan menemui ajalnya. Kita tidak dapat bayangkan bagaimana bila hal itu terjadi. Namun setidaknya hal ini akan mengingatkan kita betapa luar biasa belas kasihan Tuhan itu, dan setiap hari kita hidup dalam belas kasihan-Nya, Allah yang panjang sabar dan mengampuni.

Ketika kita bicara tentang belas kasihan Tuhan maka hal itu tidak dapat dilepaskan dari mengenali diri sendiri sebagai pendosa. Semakin kita mengenali dosa semakin besar pula kerinduan kita akan belas kasihan Tuhan. Semakin kebal dan mati rasa terhadap dosa maka semakin kita tidak membutuhkan belas kasihan Tuhan.Sekalipun sang pemazmur berupaya untuk melakukan hukum-2 Tuhan, disadarinya bahwa semua itu membutuhkan belas kasihan-Nya. apalagi ketika kita bandingkan dengan si pemungut cukai. Namun tidak demikian dengan si Farisi itu. Mengapa?            jp