BELAS KASIHAN (2)

by samuelyasa


37:22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.

23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. Mazmur

Hukum barter terkadang begitu berpengaruh dalam kehidupan manusia bahkan mampu merauki sitem nilai yang kita bangun. Sebutan seseorang itu baik atau tidak baik seringkali seiring dengan manfaat yang kita terima dari hubungan yang kita bangun dengan orang lain. Bila kita sedang terdesak situasi dan kita menaruh harap kepada seseorang dan mendapatkannya, sangat besar kemungkinan (bahkan 100%) kita akan menyebutnya baik dan berbelas kasihan. Sebaliknya, ketika harapan kita tidak muncul darinya maka kemungkinan besar (juga bisa 100%) kita akan menyebutnya hal yang sebaliknya. Bagaimana penilaian anda tentang pribadi yang diungkap dalam bacaan kita di atas? Ada beberapa hal yang ingin saya tawarkan kepada anda melalui beberapa pertanyaan, al:

 Mana yang tepat, belas kasihan

 memberi pinjaman atau karena memberi pinjaman maka

 berbelas kasihan?

 Bagaimana seseorang yang berbelas kasihan mempergunakan milik kepunyaannya?

 Sekalipun kita tidak harus menyimpulkan seseorang harus kaya & berkelebihan, tetapi bagaimana caranya menempatkan terhadap manusia dan benda (materi)? Siapa yg lebih utama?

 Bagaimana seseorang dapat berbelas kasihan? Urusan hati atau urusan harta? Bila menyimak ayat 25, apakah kata-2 orang benar menjadi input tersendiri bagi anda?

 Bagaimana Tuhan memperlakukan orang-2 yg demikian hidupnya?