LEGALIS :CIRI MANUSIA ZAMAN AKHIR?

by samuelyasa


“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama (2 Timotius 3:2b)

Penyakit yang paling berbahaya dalam kekristenan adalah kehidupan yang legalis. Ini jugalah yang sebenarnya menjadi masalah yang sedang Paulus paparkan sebagai latar belakang teks yang baru kita baca tadi (pasal 2:18-3:20).Legalisme adalah keimanan yang disandarkan pada status bukan kekudusan hidup.Hidup legalis adalah berfokus pada tradisi dan formalisme agamawi, bukan relasi dengan Allah.Hidup legalis juga akhirnya tertuju pada ketaatan melakukan ritual-ritual lahiriah bukan pada perubahan karakter hidup.Dan orang Yahudi adalah orang yang sangat kagum dan bangga dengan identitas mereka sebagai keturunan Abraham, di sunat, bangsa pilihan Allah, memiliki hari sabat dan tentu yang paling penting hukum Taurat.Sehingga konsekuensi dari iman yang demikianini adalah mereka beranggapan apa pun yang mereka lakukan—meskipun itu adalah segala perbuatan cemar yang penuh dengan kenajisan dan kejijikan di hadapan Allah—mereka tetap akan diselamatkan oleh Allah.Bagi kita yang hidup sekarang ini penyebab hidup legalis bisa jadi karena konsep dan pandangan yang keliru soal dosa.Dosa dipahami sebagai melulu bicara soal perbuatan yang tidak pantas/bersifat moralis, mis: tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berbohong, tidak membunuh, dll. Dengan kata lain dosa sekadar dikaitkan dengan seperangkat persoalan kriminal yang melanggar norma-norma susila masyarakat. Asalkan saya tidak melakukan sesuatu yang merugikan masyarakat (apalagi ditambah saya rajin beribadah) pastilah saya bukanlah seorang pendosa, melainkan orang benar. Karena itu, tidak mengherankan kalau seseorang akan sangat mudah jatuh ke dalam jebak legalisme dan cukup puas dengan mendandani/memperbaiki kosmetik penampilan persembahan rutin, tidak merokok dan bertato, tidak mencontek dan tidak mencuri; ikut katekisasi dan dibaptis/sidi pastilah saya tidak lagi dikategorikan sebagai orang berdosa.Orang yang tidak mempedulikan agama dipahami sebagai orang legalis yang memahami kekudusan hidup berdasar pada ritual lahiriah semata.Kekristenan akhirnya hanya berbicara tentang moralitas dan bukan lagi hakekat hidup dan keselamatan. Mari luruskan kembali hidup kita dari legalis kepada kekudusan dan ketaatan hidup(ant)
Doa: Bapa ajarku untuk dapat memelihara persekutuanku dengan-Mu. Amin