PEMBERONTAK :CIRI MANUSIA ZAMAN AKHIR?

by samuelyasa


“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih 2 Timotius 3:2b

Perubahan ekstrem dari perilaku manusia sekarang ini melanda di semua kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang tua.Mungkin kita adalah salah satu orang yang heran mengapa perilaku anak-anak zaman sekarang semakin aneh, atau semakin jarangnya ucapan terima kasih dan penghormatan diberikan, seperti lazimnya perilaku anak-anak pada 10- 20 tahun yang lalu.Dahulu seorang anak tak punya hak berpendapat atau menolak kemauan orang-tuanya.Orang-tua memiliki otoritas penuh terhadap anak-anaknya. Sekarang terjadi sebaliknya, orang tua tidak memiliki keberanian menolak permintaan anaknya sekalipun permintaan tersebut akan mencelakakan jiwa anaknya atau membawa aib buat keluarganya. Dan lebih parahnya, anak-anak tidak lagi mau tunduk, taat dan dengar apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Mengapa terlebih sering dijumpai anak yang mengecewakan orang tuanya dan lebih memilih untuk memberontak dan memilih jalannya sendiri?Sesungguhnya, mereka menganggap apa yang mereka pilih lebih modern, lebih asyik, lebih heboh, lebih menantang, dan pandangan orangtua tidak lagi sesuai dengan dunia mereka sekarang. Itulah sebabnya mereka tidak lagi menghargai dan menghormati orang tua. Padahal pemberontakan adalah penghancur masa depan. Oleh karena itu anak-anak perlu menyadari betapa berharganya didikan orang tua untuk mengetahui jalan yang benar dan tepat bagi mereka. Bila anak-anak hidup takut akan Tuhan maka masa depannya pasti dipimpin Tuhan. Bagaimana jikalau hal memberontak itu adalah bagian trend gaya hidup?Artinya kalau menjadi orang yang taat kepada orang tua dikatakan sebagai orang yang ketinggalan zaman, dan sebaliknya orang yang memberontak dikatakan orang yang mengikuti perkembangan zaman? Nasihat arif dan agung pernah disampaikan oleh seorang penulis Amsal yang berkata, Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa (Ams. 23:17). Bagian firman ini juga secara tidak langsung memberikan afirmasi kepada kita bahwa sikap dengar-dengaran dan takut kepada Allah sang Raja Gembala merupakan tanda terjelas kepemilikan Allah atas setiap kita (bdk. Yoh.10:3- 5).(ant)
Doa: Tuhan, mampukanku mau dengar-dengaran firman Tuhan.