TUKANG FITNAH :CIRI MANUSIA ZAMAN AKHIR?

by samuelyasa


“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah…” 2 Timotius 3:2a

“Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.”Itu adalah suatu istilah yang hampir diketahui semua orang, baik tua atau muda, bahkan siapa saja.Alasannya?Bayangkan saja bila Anda sendiri difitnah orang. Padahal Anda tidak melakukan seperti apa yang difitnahkan. Bukankah itu mematikan karakter namanya?Bukan cuma itu.Karena dampak yang ditimbulkannya dalam kehidupan selalu negatif, tidak pernah ada yang positif.Fitnah tidak hanya sekedar menyebarkan berita buruk, tetapi juga bisa mengadu domba dan memutar balikkan fakta. Karena itulah fitnah memang sangat berbahaya. “Fitnah” menggunakan kata “katalaleo” biasa merujuk pada segala macam perkataan negatif untuk menentang orang lain, misalnya “menentang pemimpin atau Allah” (Bil.12:8; 21:5, 7), “mengumpat” (Mzm 101:5), “menghina” (Ay 19:3), “mengatakan sebuah dusta” (Hos 7:13), “mengatakan sesuatu yang bisa dianggap kurang ajar” (Mal 3:13) atau “memfitnah/ menuduh” (1Pet 2:12; 3:16). Yesus sendiri menyuruh kita untuk menyingkirkan dulu balok yang ada di mata kita sebelum membantu orang lain menyingkirkan selumbar di matanya (Mat. 7:5). Yesus memperingati kita, bahwa ketika kita mengecam orang lain dan sekaligus menghakimi dia, padahal di mata kita sendiri terselip sebatang balok, tentulah mustahil bagi kita untuk menolong orang tersebut. Jika kita telah menyingkirkan balok dari mata kita, barulah kita bisa menyingkirkan selumbar dari mata orang lain, artinya disini Yesus tidak mengajarkan kita untuk bersikap tidak peduli pada masalah orang lain, melainkan yang terpenting adalah ‘mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri’.Oleh karenanya, kita perlu berusaha memahami kehendak Tuhan agar kita tahu bagaimana menerapkan prinsip-prinsip yang telah kita pelajari itu sesuai dengan kehendak-Nya.Kontrol diri kita supaya membayangkan bagaimana sedihnya kalau diri kita sendiri yang dijadikan sebagai objek fitnah. Jika kita tidak mau kalau dijadikan objek fitnah, ya tentu saja orang lain pun tidak menginginkannya. Lakukan yang positif misalnya dengan mempererat tali persaudaraan, menumbuhkan kesadaran saling hormat-menghormati.Dalam hidup ini, alangkah baiknya bila kita lebih banyak mencari nilai-nilai persahabatan supaya hidup kita lebih diberkati.Satu orang musuh terlalu banyak, seribu orang sahabat terlalu sedikit.(ant).

DOA: Bapa, ajarku untuk melihat dan berkata seperti mata dan lidahMu.

Iklan