HAMBA UANG :CIRI MANUSIA ZAMAN AKHIR?

by samuelyasa


“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang 2 Timotius 3:2a

Topik yang cukup sensitif untuk dibicarakan di kalangan Kekristenan, yaitu mengenai uang, kekayaan, dan spiritualitas.Banyak orang yang diam-diam bergumul akan hal ini, termasuk di antaranya para hamba Tuhan sekalipun.Memang akhirnya ada dua pandangan ekstrim kekristenan ketika berbicara tentang uang dan kekayaan.Pandangan ekstrim yang pertama adalah pandangan “Orang Kristen harus kaya.”Pandangan ini biasanya diyakini oleh mereka yang mempercayai “Teologi Sukses”.Mereka menganggap kekayaan sebagai berkat Tuhan yang pasti didapatkan oleh semua orang beriman. Menurut mereka, Tuhan itu Maha Baik, dan pastilah akan memberkati orang-orang yang beriman kepada-Nya dengan berlimpah-limpah materi, kesuksesan, serta uang yang banyak. Bagi mereka, orang yang miskin adalah orang yang kurang beriman, maka kurang diberkati Tuhan.Pandangan ekstrim yang kedua adalah pandangan “Orang Kristen tidak boleh kaya.”Mereka mempunyai ayat favorit yang berbunyi “lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”Karena itu, mereka mengambil kesimpulan, orang kaya mustahil masuk Surga.Menurut mereka, setiap orang beriman dipanggil untuk menderita bagi Tuhan di dunia, salah satunya adalah dengan menjadi miskin. Dengan menjadi miskin, mereka yakin Tuhan akan mencukupkan kebutuhan mereka setiap hari melalui cara-cara yang mungkin tidak pernah mereka duga.Bagi mereka, orang kaya adalah orang yang cinta uang, yang akan lebih mementingkan uangnya daripada Tuhan.Lalu bagaimana pandangan yang sehat?Mempertarungkan antara Tuhan dan uang ternyata bukanlah ide yang baik. Karena, jika pilihannya hanya “mendapatkan uang” atau “mendapatkan Tuhan”, secara teori, bisa memilih untuk “mendapatkan Tuhan”, tapi pada prakteknya pasti harus “mendapatkan uang” juga.Uang memang bukan segalanya, namun segalanya butuh uang.“uangbukanlah menjadi akar dari segala kejahatan”, tapi “kecintaan kepada uang”itulah akarnya. yang harus dihindari bukanlah memiliki banyak uang. Yang harus dihindari adalah menjadi seorang yang cinta uang (lebih daripada cinta Tuhan).Bagaimana kita tahu bahwa kita lebih cinta uang atau cinta Tuhan?Sederhana saja, apakah kita rela memberikan uang untuk Tuhan?Jika ya, maka kita lebih cinta Tuhan.Jika tidak, maka kita lebih cinta uang.(ant).