SIKSAAN BERAT

by samuelyasa


Mat. 24: 20-22,” Berdoalah, supaya pada waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hasi Sabat. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.”

Salah satu peristiwa besar dan tidak pernah terlupakan yang dialami bangsa ini adalah Peristiwa G30/S PKI. Pada peristiwa itu, tepatnya pada tanggal 30 September 1965, beberapa jenderal diculik dari kediamannya lalu kemudian dibawa ke Lubang Buaya. Di sinilah mereka disiksa, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia. Penyiksaan dilakukan dengan menyayat telinga, hidung. Ada juga yang matanya dicongkel dalam keadaan hidup-hidup. Tindakan penyiksaan yang dilakukan Gerwani ini jelas sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Bapak Presiden Soeharto yang memimpin penggalian dan pengangkatan para jenderal revolusi itu dari Lubang Buaya mengatakan: Tindakan mereka ini sangat biadab dan harus ditumpas.
Pada tanggal 18 Pebruari 2001, kita dikejutkan lagi dengan terjadinya konflik di Sampit, Kalimantan, konflik antara suka Dayak dan Madura. Ini konflik berdarah yang cukup mengerikan, sebab selain memakan korban jiwa lebih dari 500 orang, juga lebih 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Pembunuhan lebih 500 nyawa dilakukan dengan memancung kepala, ada yang dibelah kepalanya. Ibu-ibu hamil ada yang dikeluarkan kandungannya, dan berbagai peritiwa yang begitu sadis, yang sangat sulit kita terima dengan akal sehat.
Tetapi pada zaman akhir, kata firman Tuhan, akan ada penyiksaan yang begitu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak awal dunia dijadikan sampai sekarang. Jadi siksaan yang akan terjadi nanti jauh lebih sadis dan lebih mengerikan dibanding dengan apa yang telah kita dengar, dan kita lihat sekarang ini.Perlu kita renungkan, seandainya itu terjadi kepada kita, terjadi kepada keluarga kita, kita lihat dengan mata kepala kita sendiri, apa yang kita lakukan. Masihkah kita berpegang pada iman kita kepada Kristus? Tihan, tolonglah kami agar kami selalu siap sedia menghadapi apapun yang terjadi ketika Engkau datang kembali, agar kami tetap setia. Amin! FD