PENCOBAAN DAN INTENSITASNYA I

by samuelyasa


Mat.24: 7-8,” Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”

Guncangan gempa sebesar 8,5 skala richter itu mengguncang dunia. Samudera Hindialah tempat guncangan itu berpusat. Dan wilayah yang paling dekat dengan guncangan itu adalah NAD, Nanggrou Aceh Darussalam. Tahun 2004, pada tanggal 26 Desember, guncangan itu mengguyur Aceh dengan air mata.
Gempa dahsyat 8,5 skala richter bukan saja meluluhlantakkan bangunan tetapi juga membangunkan air laut yang tertidur pulas. Ya, peritiwa Tsunami di Acehpun seolah membuka mata seluruh dunia. Selama 40 tahun, gempa tsunami di Aceh adalah gempa yang paling dahsyat. Bahkan dampaknya juga menyerang bagian negara Thailand, pantai Semenanjung Barat Malaysia, Srilangka bahkan sampai ke bagian Timur pantai Afrika. Ini mengakibatkan hampir 230 ribu orang tewas dari berbagai negara. Tetapi tentu saja korban paling banyak terdapat di Aceh.
Pada waktu terjadi gempa yang dahsyat itu, ada cerita-cerita yang menarik. Setelah gempa menggoncang daerah Aceh, banyak penduduk disana, karena tidak tau harus kemana, akhirnya mereka melarikan diri ke Mesjid Raya sehingga sebagian diantara mereka tidak mati. Yang lebih mengiris hati, manusia yang masih hidup itu, yang ditinggal keluarga dengan berbagai macam penderitaan. Ada yang tidak memiliki lagi harta benda, rumah sebagai tempat tinggal dan berbagai macam lainnya. Sehingga ada di antara mereka yang menjadi gila, bahkan ada juga yang bunuh diri karena tidak tahan terhadap penderitaan yang sedemikian berat.
Ayat yang kita kutip di atas menandaskan bahwa pada akhir zaman akan ada juga gempa. Sangat mungkin kekuatan goncangannya jauh melebihi yang terjadi di Aceh, serta korban jiwa yang ditelannya jauh lebih banyak. Yang pasti akhir zaman akan pasti datang, kapan? Kita ti dak tau. Yang perlu kita renungkan, siapkah kita menghadapi penderitaan yang sedemikian dahsayat? Dapatkah kita bertahan? Atau kita bisa menjadi gila atau bunuh diri karena kita tidak bisa bertahan. Terlebih, apakah kita juga meninggalkan iman kita dalam Yesus Kristus? Tetaplah berdoa! FD