PENGHAKIMAN. SIAPA TAKUT?

by samuelyasa


4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 1 Yohanes

Sesumbar seringkali dimaknai sebagai keberanian seseorang untuk mengucapkan perkataan-perkataan. Banyak hal yang melatar belakangi mengapa seseorang bisa sesumbar. Pertama, untuk menunjukkan siapa dirinya dengan segala kemampuannya dan ketika sesumbar ia menyadari kemampuannya, dan memang ia mampu. Sebaliknya ada seseorang sesumbar justru untuk menutupi ketidak mampuannya. Dalam hal lain, sesumbar dilakukan seseorang karena ia yakin benar dan tidak bersalah; sebaliknya ada orang sesumbar justru untuk menutupi segala kejahatan dan kesalahannya. Dari kesemuanya, sesumbar dilakukan oleh seseorang bukan semata-mata menunjukkan kemampuan dan status hukumnya, namun sangat terkait dengan pribadi dan harga diri.
Tidak jarang ada orang yg berani sesumbar sekalipun diperhadapkan dengan hukum dan segala resikonya, dan sungguh hal ini riil dalam kehidupan manusia di muka bumi dan di bawah kolong langit. Mungkin orang tersebut memang tidak melakukan hal-2 yg dituduhkan kepadanya. Namun tidak sedikit mereka yang salahpun berani sesumbar. Mungkin mereka berpikir dapat lolos dari jerat hukum dengan cara kotor, dan terbukti berkali-kali cara-2 tersebut meloloskan mereka. Pengalaman-2 seperti itu akan membuatnya sesumbar: “Siapa takut!”
Saya yakin sesumbar seperti itu tidak akan pernah muncul ketika setiap kita diperhadapkan pada penghakiman Tuhan. Di hadapan-Nya barang bukti tidak dapat ditiadakan/dihilangkan. Dia Sang Hakim yang tidak dapat disuap; tidak ada seorang pengacara yang dapat meloloskan kita. Seluruh kesalahan kita akan dinyatakan, bukan saja kesalahan karena perbuatan, tetapi juga perkataan dan pemikiran. Setiap orang akan gentar dan gemetar menghadapi keadilan Tuhan.
Keberanian percaya akan hari penghakiman adalah keberanian menghadapi penghakiman itu sendiri. Dan keberanian menghadapi penghakiman Tuhan hanya dimungkinkan karena seseorang meyakini telah menerima kasih Allah yang menganugerahkan status dibenarkan dan dikuduskan oleh Tuhan. Dengan demikian kita berani berkata (sesumbar) di hadapan dunia: “Penghakiman Tuhan. Siapa Takut?!” jp

Iklan