PENGHAKIMAN DAN KEBENARAN

by samuelyasa


8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. Yohanes
14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. Yohanes

Dalam acara Talk Show yang ditayangkan oleh sebuah stasiun Televisi swasta dalam rangkaian penggembosan KPK dan perseteruan dengan POLRI, seorang narasumber mengkritisi komentar seorang petinggi kepolisian republik Indonesia yang beberapa kali mengucapkan istilah penegakan hokum. Bagi sang narasumber penegakan hukum bukanlah finalitasnya (hasil akhir), ini hanyalah sebuah alat, sarana dan cara untuk mencapai tujuan akhirnya yakni penegakan keadilan dan kebenaran. Narasumber lain menanggapinya bahwa tidak ada seorangpun yang menjadi malaikat, yang menyimbolkan benar-2 BENAR dan ADIL. Dengan demikian untuk mencapai kondisi adil dan benar bukanlah sesuatu yang mudah, sekalipun itu tetap menjadi cita-2 mereka yang bergerak di dalam ranah hukum.
Mungkinkah hukum dan sebuah penghakiman akan mencapai tujuan akhirnya yakni keadilan dan kebenaran bila para pelaku hukum sendiri berpikiran dan berhati nurani korup? Bukankah pertanyaan seperti ini yang membuat manusia menyimpulkan bahwa selama masih di dunia sesungguhnya tidak ada yang sungguh-2 adil dan benar, lalu melanjutkan – kebenaran dan keadilan sejati adalah milik Allah dan oleh Allah.
Yesus mengatakan: ”dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar,” tentu saja kare IA adalah kebenaran itu sendiri. Beranikah anda berdiri di hadapan penghakiman Allah? Seharusnya kita berani karena Sang Kebenaran telah membenarkan kita sehingga kita berstatuskan dibenarkan oleh darah sang Hakim itu sendiri. Hanya mereka yg hidup dlm kesalahan akan selalu memiliki ketakutan. jp