PERGI UNTUK KEMBALI: PANGGILAN UNTUK MENJAGA KEKUDUSAN

by samuelyasa


Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
1 Yohanes 3:3

Anugerah keselamatan yang diberikan oleh Allah kepada kita menjadikan kita mendapatkan posisi sebagai anak-anak Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita hidup di dalam pengenalan akan Allah dan pengharapan yang dalam tentang keadaan kita di dalam kekekalan. Keadaan kita sebagai anak-anak Allah di dalam dunia ini belumlah sempurna karena hidup kita masih dipenuhi dengan segala pergumulan. Kehidupan kita akan menjadi sempurna ketika Kristus datang dan menyatakan diri-Nya untuk yang kedua kalinya. Pada saat itulah kita akan memasuki kehidupan kekal yang sesungguhnya di mana segala pergumulan hidup di dunia sudah tidak kita alami lagi. Pengharapan akan kehidupan yang kekal inilah yang membuat kita harus menjaga kesucian diri kita. Rasul Yohanes dalam perikop ini menjelaskan tentang bagaimana caranya kita menjaga kesucian hidup kita, yaitu: pertama, dengan tidak melakukan dosa lagi. Ketika kita masih berdosa maka tidak ada kesempatan bagi kita untuk tidak berbuat dosa karena kita adalah budak dosa. Tetapi ketika kita menjadi anak Allah, kita terbebas dari perbudakan dosa sehingga kita bisa memilih untuk tidak berbuat dosa karena kita memiliki kesadaran bahwa dosa adalah kekejian di mata Tuhan. Kita mau menyenangkan hati Tuhan kita dengan tidak melakukan dosa lagi. Kedua, dengan melakukan kebenaran. Sebagai orang yang telah mengenal Tuhan maka sesungguhnya kita adalah orang yang telah mengenal kebenaran yang sejati yaitu Kristus. Dia telah menyatakan diri-Nya kepada kita dan kita telah menerima kebenaran tersebut. Pengetahuan kita akan kebenaran inilah yang membuat kita memilih untuk tidak berbuat dosa lagi.
Itulah sebabnya, sangat penting bagi kita untuk senantiasa mempelajari kebenaran-kebenaran sejati dari Allah. Allah telah memberikan firman-Nya yang adalah kebenaran di dalam hidup kita. Kita punya akses langsung untuk membaca dan merenungkan firman itu siang dan malam. Oleh karena itu, ambillah waktu untuk hidup bergumul dengan firman setiap hari. Jangan merasa cukup dan bangga dengan apa yang kita ketahui sekarang ini karena masih banyak hal yang harus kita pelajari di dalam perjalanan mengiring Tuhan. Biarkan Tuhan membentuk kita melalui kebenaran-Nya sehingga hidup kita suci pada saat kedatangan-Nya. Amin. Jho

Iklan