PERGI UNTUK KEMBALI: PANGGILAN UNTUK BERJAGA-JAGA

by samuelyasa


“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Matius 24: 37, 44

Kisah Rasul 1: 11 mencatatkan bahwa Tuhan akan datang kembali kedua kalinya sama seperi ketika Ia naik ke Sorga. Kedatangan Tuhan yang kedua kali ini sudah pasti menjadi dambaan dari setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tetapi yang menjadi pergumulan setiap orang percaya adalah nats yang tertulis di atas. Dikatakan bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti kapan peristiwa kedatangan Tuhan itu terjadi dalam hidup manusia. Perikop Matius 24: 37-44 dimulai dengan sebuah fakta catatan peristiwa air bah di zaman Nuh. Sebelum peristiwa air bah terjadi dikatakan orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan tanpa tahu kapan musibah besar itu akan datang dan memusnahkan mereka semua. Sebelum peristiwa air bah ini orang-orang menikmati semua kenyamanan hidup mereka. Orang-orang sibuk dengan segala kegiatan dan pekerjaan mereka sampai akhirnya peritiwa itu terjadi dan sudah tidak ada kesempatan lagi untuk menyelamatkan dirinya. Semua yang ada di luar bahtera musnah tanpa tersisa.
Dunia yang kita diami saat ini menawakan begitu banyak tawaran-tawaran yang menggiurkan. Tawaran-tawaran yang menjadikan kenikmatan sesaat. Tawaran-tawaran tersebut terlihat begitu indah lagi ketika pergumulan hidup datang menerpa. Kesulitan-kesulitan hidup membuat orang datang pada Tuhan untuk memohonkan pertolongan tetapi ketidaksabarannya membuatnya berpikir Tuhan tidak peduli lagi kepadanya karena kondisi tidak kunjung membaik. Keraguan pada Tuhan pun masuk ke dalam hatinya dan membuatnya menjadi orang Kristen yang apatis terhadap Tuhannya sendiri. Di dalam keapatisan tersebut, ia pun mengambil langkah berkompromi dengan dunia dan mengikuti tawaran-tawaran dunia tersebut. Saudaraku, ini adalah gambaran realita kehidupan kita saat ini dan kerapkali membuat kita tidak lagi waspada dan siap sedia dalam menantikan waktu Tuhan. Mari kita membuka mata kita lebar-lebar dan kenalilah setiap tanda-tanda bahaya dalam perjalanan iman kita sehingga kita akan tetap kuat dan bersiap sedia di dalam menantikan kedatangan Tuhan yang menjadi impian setiap kita. Amin. Jho