BUKAN LAMA ATAU SINGKATNYA HIDUP

by samuelyasa


“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur” (1 Petrus 1:23-24)
Dalam puisi yang berjudul “Aku” karya Chairil Anwar di salah satu baitnya berkata “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Banyak orang ingin hidup lebih lama lagi di dunia sebab masih banyak yang ingin ia gapai atau diinginkannya. Namun di sisi lain kita mendapati bahwa banyak orang ingin mati dengan cepat (biasanya dengan bunuh diri) agar kesulitan, penderitaan atau pergumulannya dapat segera dilepaskan.
Memang bermacam-macam alasan bagi seseorang untuk hidup lebih lama atau singkat. Ada yang ingin mengejar impian hingga menjadi kenyataan, ataupun hidup terus menerus dalam keberdosaannya (menikmati dosa karena sudah kebal terhadap teguran Firman Tuhan).
Kita harus menyadari bahwa hidup sesungguhnya bukan ditentukan oleh lama atau singkatnya waktu yang dijalani oleh seseorang. Namun hal penting yang harus kita upayakan adalah bagaimana kita dapat menjadikan hidup ini “berarti” Jika Tuhan memberi umur panjang, sesungguhnya itu adalah berkat bagi kita untuk bekerja dalam pelayanan Tuhan, sebaliknya apabila umur kita hanya singkat, maka kita harus menggunakan waktu yang terbatas itu dengan baik dan positif.
Kita tidak tahu kapan kita akan meninggkan dunia ini, namun yang kita tahu bahwa anugerah Allah dan pimpinan Roh Kudus akan membawa kita untuk mengisi hidup lebih berarti.
“Tuhan Yesus, bimbing aku untuk hidup dengan benar dan menggunakan waktu secara tepat dan berdampak” Giant