KEMENANGAN ATAS MAUT

by samuelyasa


“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut” (Ibrani 2:14)
Hal yang sangat menarik dalam Alkitab adalah kata yang berkaitan dengan maut (kematian) selalu berkaitan dengan kehidupan. Dalam Perjanjian Baru, kata mati atau kematian dipakai berkaitan dengan kebangkitan. Dalam kitab Injil, kita melihat bagaimana Tuhan Yesus menghidupkan orang mati, demikian juga dalam surat-surat rasul Paulus, kita melihat bagaimana kata kematian dipakai bergantian dengan kehidupan. Dengan demikian sesungguhnya Alkitab menekankan bagaimana kehidupan memiliki nilai penting di balik peristiwa kematian.
Maut menunjukkan bagaimana manusia terpisah dari Allah. Maut adalah kengerian bagi manusia sebagai upah dosa. Namun kita melihat bagaimana Kristus menggunakan kematian-Nya untuk melepaskan manusia dari maut. Kristus mati agar manusia beroleh hidup, sebab manusia sesungguhnya manusia sudah mati karena dosa, maka di dalam Kristus, manusia beroleh hidup. Dengan demikian maut tidak lagi berkuasa bagi orang percaya.
Kemenangan Kristus atas maut nampak dalam kebangkitan-Nya. “Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia” (Roma 6:9). Kebangkitan Kristus menjadikan iman orang percaya menjadi tidak sia-sia, sebab kehidupan kekal sudah tersedia dengan pasti. Untuk kita renungkan, jika kita sudah memiliki hidup kekal dalam Kristus, masihkah kita akan hidup terus menerus dalam dosa?
Tuhan Yesus, terima kasih untuk jaminan hidup kekal yang Engkau anugerahkan kepadaku, ajarku untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Giant