KEMATIAN DI DALAM KRISTUS

by samuelyasa


Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”                                                                                       (Filipi 2:21)

Seseorang pernah bertanya kepada saya, “Apakah saya takut menghadapi kematian tatkala kematian itu datang?” Dengan jujur saya menjawab “bahwa saya tidak pernah takut untuk hal itu, sebab saya mengetahui bahwa kematian bagi orang percaya adalah sebuah berkat besar, sebab Ia bertemu dan tinggal untuk selama-selamanya di rumah Bapa. Kapanpun Bapa memanggil, saya harus siap!”

Mungkin sebagian besar orang akan berkata bahwa jawaban saya terlalu naïf dan mengada-ada. Namun saya meyakini apa yang tertulis dalam Alkitab, kematian adalah suatu kemenangan iman. Memang secara manusiawi kita akan akan merasa sangat sedih untuk meninggalkan orang-orang yang kita cintai, namun sesungguhnya sangat indah untuk bertemu dengan Bapa yang Mahakuasa.

Rasul Paulus sangat memahami hal ini. Di satu sisi, kematian adalah sebuah “keuntungan” yang amat sangat besar bagi dirinya, namun di sisi lain ia melihat bahwa kehidupan yang Tuhan anugerahkan-pun memiliki keuntungan yang sama besarnya, sepertiyang tertulis: “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu” (Filipi 2:22).

Jika kita dapat memahami dan menjalani hidup ini dalam kehendak dan rencana Bapa, jika kita terus belajar untuk menaati-Nya dan melakukan apa yang Ia firmankan, maka kelak tiba saatnya, yaitu kematian, maka kita dapat siap dan tidak perlu takut, sebab kematian adalah awal untuk melangkah selanjutnya bersama Tuhan dalam kekekalan.

Tuhan Yesus, kuserahkan hidupku ke dalam tangan-Mu agar aku dapat menjalani sisa hidup ini dengan menaati-Mu, amin. giant