KEMATIAN BUKAN TAKDIR

by samuelyasa


Sebab kematian adalah upah dari dosa; tetapi hidup sejati dan kekal bersama Kristus Yesus Tuhan kita adalah pemberian yang diberikan oleh Allah dengan cuma-cuma”                  BIS- Roma 6:23

Kematian tidak dapat dihindarkan oleh manusia. Alkitab menyatakan bahwa manusia ditetapkan untuk mati satu kali dan dihakimi. Apakah dengan demikian kita boleh mengatakan bahwa kematian adalah “takdir” bagi manusia? Dalam Alkitab dituliskan bahwa ada dua manusia yang tidak mengalami kematian, yaitu Henokh dan Elia. Keduanya diangkat oleh karena kasih karunia Allah. Bagaimana kita melihat hal ini?

Dalam bacaan di atas, kita melihat bahwa kematian adalah hukuman yang dijatuhkan Allah. Upah dosa adalah maut, artinya bahwa maut adalah ganjaran yang paling pantas atas dosa (Roma 1:32). Kebenaran ini harus dipahami dengan baik, agar kita dapat melihat sifat maut yang sangat mengerikan. Dengan demikian, manusia bukanlah terjerat dalam jaring “takdir”, atau sebuah suratan tangan atau nasib yang buruk.

Kita harus menyadari bahwa manusia yang mati bukan sekedar mati jasmani saja, namun harus dipahami bahwa manusia mati dalam segala totaltas dirinya. Maka kematian badani dapat menjadi gambaran yang jelas dan tepat untuk menjelaskan bahwa maut adalah akibat dosa dan kematian adalah realita yang tidak terelakkan.

Manusia yang sudah jatuh dalam dosa, pantas untuk dihukum. Namun di dalam kasih dan kedaulatan-Nya, Allah memberikan anugerah dan pengampunan agar manusia dapat memiliki hidup kekal. Dalam kedaulatan-Nya, Allah tidak memberikan kematian kepada Henokh dan juga Elia, sebab Allah mengangkatnya. Dan di dalam Kristus, kitapun beroleh kehidupan baru, sebab maut telah dikalahkan-Nya.

Tuhan Yesus, terimakasih untuk anugerahMu yang

menghidupkanku, amin. Giant