KEADAAN MANUSIA SETELAH KEMATIAN

by samuelyasa


Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya”                                      Filipi 3:20-21

Dalam pengakuan Iman Wesminster dituliskan demikian”Tubuh manusia setelah mati kembali menjadi debu dan diserahkan kepada kebinasaan, tetapi jiwa mereka (yang tidak mati maupun tertidur), karena memiliki substansi kekal, secara langsung kembali kepada Allah yang memberikannya. Jiwa orang-orang benar dijadikan sempurna di dalam kekudusan, diterima ke dalam sorga tertinggi, dimana mereka memandang wajah Allah di dalam terang dan kemuliaan-Nya, sambil menantikan penebusan sempurna bagi tubuh mereka. Sedangkan jiwa orang-orang fasik dilemparkan ke dalam neraka dimana mereka tetap berada di dalam penyiksaan dan kegelapan, disimpan untuk penghakiman di hari terakhir. Selain kedua tempat bagi jiwa yang terpisah dari tubuhnya, Alkitab tidak mengakui tempat lain manapun.” (Bab XXXII. 1).

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa tubuh manusia setelah mati kembali ke tanah, namun rohnya kembali pada Allah. Baik orang benar ataupun orang fasik, ketika mati, maka tubuhnya akan diserahkan kepada kebinasaan, yaitu kembali menjadi debu tanah. Sejauh menyangkut masalah tubuh, baik orang percaya maupun orang fasik, tunduk kepada konsekuensi kejatuhan Adam ke dalam dosa. Maut adalah akibat dosa. Upah dosa adalah maut, sehingga maut berkuasa atas semua orang yang telah berdosa.

Namun bagi orang percaya, rohnya masuk dalam kemuliaan dan kekudusan Allah sambil menantikan tubuh kemuliaannya, yang serupa dengan Kristus yang sudah bangkit.

Tuhan Yesus, terima kasih jika kami menjadi milik-Mu, amin.

Giant