KEMATIAN YANG TAK TERELAKKAN

by samuelyasa


Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi”                 Ibrani 9:27

Kematian adalah suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri oleh umat manusia. Secara sederhana, kematian dapat didefinisikan sebagai akhir dari kehidupan fisik melalui pemisahan roh dan tubuh. Alkitab menyatakan kepada kita bahwa kematian adalah akibat dari dosa, dan melalui dosa Adam, kematian menyebar pada manusia dan keturunannya (Roma 5:12). Dalam surat Roma bagian ini lebih tegas dituliskan “Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23). Manusia yang diciptakan dari debu tanah (Kejadian 2:7) akan kembali menjadi debu tanah (Kejadian 3:19).

Kematian (mungkin) bagi sebagian besar orang adalah suatu kengerian namun juga bisa menjadi kesukacitaan. Kematian menjadi kengerian karena manusia telah jatuh dalam dosa dan akan masuk ke dalam penghukuman kekal Allah. Namun tidak demikian dengan orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kematian menjadi kesukacitaan bagi orang percaya sebab ia dapat bersama (bersatu) dengan Allah dalam kehidupan kekal (2 Korintus 5:8).

Dalam nats di atas, kata “ditetapkan” bukan saja menunjukkan realita bahwa manusia akan mati, namun lebih tepat mengarah kepada kata terakhirnya yaitu “dihakimi”  Manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, tidak akan lepas dari penghakiman Allah. Dalam Alkitab, kematian dapat menunjuk kepada dua pengertian yaitu yang pertama kematian fisik dan kedua adalah kematian rohani yang membawa kepada kematian kekal.  Jika kita pahami hal ini, maka perlu bagi kita untuk intropeksi diri, bahwa kematian memang tak akan terelakkan dari manusia dan seharusnya kita memiliki kualitas hidup seperti yang Tuhan inginkan.

Doa: Tuhan Yesus, ajarku menyadari makna hidup yang sesungguhnya, agar aku dapat memuliakan nama-Mu

Giant

Iklan