Neraka: Kematian Kekal atau Kehidupan Kekal?

by samuelyasa


 

Orang-orang yang berdosa terkejut di Sion orang-orang murtad diliputi kegentaran. Mereka berkata: “Siapakah di antara kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini? Siapakah di antara kita yang dapat tinggal di perapian yang abadi ini?” Yesaya 33:14

Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”                Matius 25:46

 

Kedua ayat di atas hanyalah sebagian dari ayat-ayat yang mengajarkan kepada kita bahwa neraka itu nyata dan bersifat kekal. Namun manakah sebutan yang lebih tepat untuk neraka, kematian kekal atau kehidupan kekal? Jika seseorang mati dengan kekal bagaimanakah ia masih terus merasakan hukuman, bukankah itu artinya dia hidup? Jika ia terus menerus hidup dalam hukuman yang abadi, bagaimanakah kemudian itu disebut kematian?

Alkitab menyebutkan Neraka sebagai tempat di mana orang yang terhukum mengalami kematian, dan kematian ini bersifat kekal dan abadi (Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. – Why. 20:14). Esensi dari kehidupan dan kematian bukanlah tentang hidup itu sendiri, tetapi apakah ada Tuhan di dalam kehidupan tersebut. Seseorang mengatakan bahwa Sorga adalah tempat di mana Tuhan bertahta. Jika tempat Tuhan bertahta adalah neraka, maka baginya itu adalah Sorga. Esensi Neraka bukanlah sekedar sebuah tempat, melainkan ketidakbersamaan dengan Allah, keterpisahan dari Allah. Ini adalah sebuah mimpi buruk, yang mana mimpi buruk ini akan terjadi ketika kita tidak memilih untuk bersekutu dengan Allah.

Kita yang sudah sungguh-sungguh menjadi anak Allah tidak akan mengalami kehidupan di Neraka, namun bagaimana dengan orang lain yang belum mengenal Allah. Mereka mungkin adalah keluarga kita, teman-teman kita, rekan kerja kita. Biarlah pengetahuan kita akan hal ini membuat kita mengingat bahwa mereka membutuhkan Juruselamat supaya mereka tidak mengalami keterpisahan dari Allah.

Nix’z