Rindu Akan Rumah-Mu (1)

by samuelyasa


2Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, 3sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.                                                          2 Korintus 5:2-3

Kenyamanan akan sebuah tempat tentunya akan membuat seseorang betah tinggal di tempat tersebut dan jika tidak berada di tempat tersebut, maka ia akan rindu untuk datang kembali ke sana. Seorang anak kecil yang dijanjikan oleh orangtuanya untuk pergi ke tempat yang indah di mana ia bisa bermain sepuasnya tentu tidak sabar untuk pergi ke tempat itu. Ia percaya pada janji orangtuanya.

Surga adalah tempat yang indah yang Tuhan janjikan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Memang kita belum pernah ke Surga, tapi Allah yang menjanjikan Surga adalah Allah yang setia pada janji-Nya. Perkataannya tidak pernah salah. Kita memang belum pernah melihat atau tinggal di Surga, namun janji yang Allah berikan tentang Surga adalah bahwa di sana tidak akan ada air mata, maut, perkabungan, dukacita (Why. 21:4).

Paulus pernah ke Surga (lih. 2 Kor. 12:2-4, menurut penafsir “seorang Kristen” yang dimaksud oleh Paulus dalam ayat ini adalah dirinya sendiri – bdk. 2 Kor. 12:6-7). Di dalam 2 Kor. 5:2, Paulus mengeluh karena dia masih hidup di dunia ini. Ia bukan mengeluh karena mengalami penderitaan di dunia, tetapi karena ia begitu merindukan rumah sorgawi. Ia merindukannya karena ia tahu ketika ia ada di Sorga, ia tidak akan “telanjang”. Ketelanjangan menjadi suatu gambaran kondisi keberdosaan manusia. Akan tetapi kita yang ditebus oleh Yesus digambarkan bukan lagi sebagai orang yang telanjang melainkan orang yang berpakaian.

Paulus tahu, sekalipun kita telah ditebus namun selama kita masih hidup di dunia  yang penuh dosa ini, kita juga masih memiliki potensi untuk jatuh di dalam dosa. Oleh karena itulah Paulus ingin segera bersama dengan Allah di Surga, sebab di Surga tidak ada lagi dosa (Why. 21:27). Betapa indahnya kehidupan tanpa dosa.

Apakah kita memiliki kerinduan yang sama seperti Paulus?  Sungguh indah ketika kita mengalaminya suatu hari nanti, tapi kita juga bisa mulai mewujudkan kondisi seperti ini dalam kehidupan saat ini, yakni dengan berjuang untuk hidup dalam kekudusan dan menjauhi dosa.

Doa: Tuhan, tolong saya untuk mewujudkan suasana Sorgawi yang jauh dari dosa sehingga saya bisa membuat orang lain rindu memiliki kehidupan kekal.                                                                                                      Nix’z