Kematian Sesudah Kehidupan Atau Kehidupan Sesudah Kematian?

by samuelyasa


Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.                                                      2 Korintus 5:1

                                                                      

Manakah kalimat yang tepat: kematian sesudah kehidupan, atau kehidupan sesudah kematian? Dalam  logika berpikir manusia yang tidak mengenal Allah, tentunya kalimat pertamalah yang tepat. Manusia hidup dan kemudian diakhiri oleh sebuah kematian, terlepas dari apa pun yang menyebabkan kematian tersebut. Namun dalam kerangka berpikir kita sebagai anak Tuhan, maka kedua kalimat ini benar adanya. Manusia hidup dan suatu hari akan mengalami kematian fisik, tapi kehidupan tidak akan berakhir begitu saja, sebagi kita yang percaya Tuhan akan mengalami kehidupan kekal setelah kematian.

Orang-orang percaya pada zaman Paulus hidup ternyata ada yang tidak mengerti tentang kekekalan, khususnya mereka yang masih dipengaruhi oleh budaya Yunani yang tidak percaya akan adanya kehidupan kekal. Oleh karena itulah Paulus mengatakan “jika kemah tempat kediaman kita suatu kali dibongkar”, yang artinya ketika manusia mengalami kematian, maka Allah akan memberikan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita. Paulus mengerti bahwa kehidupan anak-anak Tuhan tidak akan diakhiri oleh kematian, melainkan akan ada kekekalan bagi anak-anak Tuhan. Kata “tahu” (oida) di ayat ini menunjukkan bahwa apa yang Paulus tahu tentang kekekalan bukanlah suatu pengetahuan yang berasal dari manusia, melainkan merupakan berasal dari penyataan ilahi.

Apa yang Paulus katakan ini seharusnya membawa ketenangan bagi kita, bahwa sekalipun kita pasti akan menghadapi kematian yang bisa datang kapan saja, namun itu bukan akhir dari kehidupan kita. Justru kematian akan menjadi awal dari kehidupan kekal yang Tuhan berikan. Itu artinya, sebagai orang yang mengenal Tuhan kita tidak perlu takut akan kematian.

Doa: Tuhan, seringkali sebagai manusia kami menjadi takut dengan kematian, seakan ini menjadi momok bagi kami. Namun tolonglah kami untuk melihat rencana Tuhan yang indah di balik sebuah kematian di dalam Tuhan. Amin

(Nix’z)