WAKTU YANG BERPUTAR DAN BERJALAN LURUS

by samuelyasa


Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun

Pengkhotbah 1:5, 9; Mazmur 90:10

          Pernahkah kita merenungkan mengenai waktu yang kita jalani dalam hidup kita? Tidak dapat dipungkiri kita akan menemukan waktu yang berputar yang ditunjukkan dengan adanya pergantian jam, hari, bulan, musim. Waktu yang berputar ini menghasilkan rutinitas di dalam hidup kita. Hari Senin sampai Sabtu kita harus bekerja, lalu Hari Minggu kita harus berbakti dan itu terjadi pada minggu-minggu berikutnya.

Di sisi lain kita juga harus menyadari bahwa waktu yang kita jalani ternyata berjalan lurus ke depan. Ada titik awal, yaitu kelahiran yang berlanjut dengan pertumbuhan menjadi dewasa, menjadi tua dan akhirnya kita meninggal. Setelah meninggal pun kita masih akan mengalami kehidupan dalam kekekalan, entah itu dalam penghukuman kekal atau dalam hidup kekal.

Pemahaman mengenai waktu yang berjalan lurus ini sangat penting dalam kehidupan kita karena waktu yang berjalan lurus itu tidak bisa diulangi lagi. Dengan demikian di dalam menjalani kehidupan di dunia, kita tidak bisa hanya mengikuti perputaran waktu secara rutin saja, tetapi kita harus mengambil keputusan dan bertindak dengan tepat sehingga kita tidak menyesali waktu-waktu yang telah kita lewati. Ada orang yang orientasi hidupnya untuk mendapatkan uang saja, lalu menghabiskan waktunya dengan bekerja dan mengabaikan keluarga dan kesehatannya, sampai akhirnya baru sadar ketika keharmonisan keluarga menjadi rusak dan tubuh menjadi sakit dengan menghabiskan banyak uang. Kehidupan yang demikian berakhir dengan penyesalan dan kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya.

 

Doa: Tuhan, tolong kami untuk bisa hidup dengan benar. Amin.   -va