SEMOGA ATAU PASTI?

by samuelyasa


Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”                                                                              (Lukas 23:43)

“dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Yohanes 10:28-29

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.                                                            (Roma 8:38-39)

 

Manusia sangat menyenangi dan membutuhkan sebuah kepastian dan akan terus berusaha untuk menerimanya. Yang unik kepastian sangat terkait erat dengan pembuktian, karena pembuktian akan meyakinkan kita kepada kepastian. Sementara di sisi lain, kepastian juga bernuansa sesuatu yang ingin pasti terjadi di masa yang akan datang. Kita tidak memerlukan lagi proses untuk memastikan bila hal tersebut telah terjadi (itu bisa menjadi bukti), namun kita perlu utk diyakinkan bahwa sesuatu PASTI akan terjadi di masa kemudian.

Iman Kristen berbicara tentang kepastian. Iman Kristen tidak berbicara tentang mudah-mudahan atau semoga perihal hidup kekal bersama TUHAN. Dalam materi POP I (Katekisasi) mempelajari tentang kepastian ini, dan seharusnya setiap kita menjawab pertanyaan mengapa saya harus percaya tentang kepastian tersebut, tentu saja karena ada jaminan. Mengapa kita harus mempercayai jaminan itu? Coba renungkan 4 hal di bawah ini.

  1. Siapa Yang Menjamin. Allah Pencipta alam semesta dan isinya.
  2. Siapa yang dijaminkan. Allah sendiri dalam Kristus Yesus.
  3. Apa Jaminannya. Hidup kekal bersama-Nya.
  4. Dapatkah manusia memberikan alternatif yg lebih baik dari yang Allah tawarkan?                                                                         jp