NIHIL

by samuelyasa


Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?       1 Kor 15:12

Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-2 manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”. Janganlah kamu sesat: Pergaulan yg buruk merusakkan kebiasaan yg baik.        1 Kor 15:32-33

 

Nats di atas dituliskan Paulus dalam konteks pembicaraan tentang kebangkitan, sebagai salah satu topic krusial dalam iman Kristen. Yang bila kebangkitan ini tidak ada (ditiadakan) maka akan memberikan pengaruh yang sangat luar biasa. Bila kebangkitan tidak ada maka sia-sialah iman Kristen itu dibangun, sia-sialah jerih lelah pekerjaan pelayanan yang telah dilakukan oleh Paulus dan kita sekalian, bahkan harus mempertaruhkan totalitas hidup ini; dan bila kita memberitakan kebangkitan Kristus maka itu adalah berita bohong terbesar yang mungkin pernah ada.  Dan yang jelas sia-sialah apa yang telah kita lakukan selama ini, maka lebih baik kita makan, minum dan bersenang-senang saja karena setelah itu kita semua akan mati. That’s all.

Arti lain yang dapat kita tangkap, setelah manusia mati maka tidak ada apa-apa lagi. Kisah perjalanan manusia hanya terjadi di dalam dunia dan di muka bumi ini saja. Sangat mungkin manusia tidak perlu mempercayai bahwa dirinya menjadi ada karena campur tangan TUHAN yang menciptakan melalui proses natural manusia laki-2 dan perempuan. Manusia lahir karena proses biologis dan akan mengakhirinya di liang lahat atau crematorium. Walaupun sebagian mempercayai penciptaan Tuhan.

Yang jelas pemahaman seperti ini telah merasuki manusia modern pada zaman ini, bahwa kehidupan setelah kematian itu tidak ada; hidup kekal yang dikumandangkan oleh kekristenan itu tidak ada. Semuanya adalah tidak ada, alias nihil. Akibat pemahaman ini dirasa menguntungkan mereka karena manusia tidak perlu mempertanggung jawabkan di hadapan TUHAN. Setelah manusia mati maka tamatlah riwayatnya.

Perenungan. Mungkin pemahaman keliru di atas membuat kita lebih mudah menjalani hidup ini, tetapi bukan itu yg diajarkan. Hidup yang anda jalani harus anda pertanggung jawabkan di hdp Tuhan. Siap>    jp