AKU MAU . . . ! Matius 6:9-15

by samuelyasa


Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;               Matius 6:12

 

Pada tanggal 8 Juni 1972, Kim Phuc, seorang gadis kecil berumur 9 tahun sedang lari keluar dari klenteng di desanya, Trang Bang, Selatan Vietnam.  Pada waktu itu, ia melihat sebuah pesawat yang terbang semakin rendah dan menjatuhkan empat bom Napalm. “Saya melihat api di sekitar saya dan saya melihat baju dan tubuh saya terbakar, terutamanya bagian lengan dan tangan kiri saya. Sambil berlari saya menanggalkan baju saya. Saya dilarikan ke rumah sakit oleh seorang fotografer, Nick Ut, yang memotret saya ketika saya lari dalam keadaan telanjang. Setelah beberapa hari baru saya sadar dan tahu bahwa saya sudah berada di rumah sakit. Separuh dari tubuh saya sudah terbakar dan saya diperkirakan tidak akan hidup. Rasa sakitnya nyaris tidak tertanggung. Dagu saya sudah melekat dengan dada saya dan tangan kiri saya terbakar hampir sampai ke tulang. Saya diopname selama 14 bulan dan menjalani 17 operasi yang sangat menyakitkan. Hidup saya sangat susah setelah saya pulang dari rumah sakit. Rumah kami telah hancur; kami kehilangan segala sesuatu dan kami hanya hidup dari hari ke hari. Amarah yang terpendam dalam hati saya selama bertahun-tahun adalah seperti kebencian yang setinggi gunung. Saya sangat membenci hidup saya. Saya membenci semua orang yang normal karena saya tidak normal. Saya berkali-kali benar-benar mau mati.”  Apa yang menjadi akar dari kesusahan dalam hidup Kim Phuc?  Adanya kebencian dalam hatinya.

 

Namun, hidup Kim Phuc mulai berubah ketika pada Natal tahun 1982,Ia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Allah membantu Kim Phuc untuk belajar mengampuni – pelajaran yang paling susah dari semuanya. Hal ini tidak terjadi dalam waktu satu hari. Tetapi akhirnya Kim Phuc berhasil.  Pengampunan membuat Kim Phuc bebas dari kebencian.  Meskipun, ia masih mempunyai banyak bekas luka di dalam tubuhnya dan hari-harinya dipenuhi oleh rasa sakit yang amat akibat luka-luka terbakar itu, tetapi hati Kim Phuc sudah dimurnikan.  Napalm memang sangat kuat kuasanya tetapi iman, pengampunan dan kasih jauh lebih kuat. Sudahkah kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita? Kiranya kasih karunia Tuhan menolong dan memampukan kita untuk mengampuni mereka.  Amin           -cu