AMPUNI DIA! Matius 6:9-15

by samuelyasa


Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;                   Matius 6:12

 

Bagian yang kitab baca dan renungkan bersama pada hari ini adalah sebuah bagian yang tidak asing lagi dalam kehidupan kita  Bahkan, oleh sebuah gereja doa ini dijadikan bagian dalam ibadah.  Lalu, apa yang dimaksudkan oleh Tuhan ketika mengajarkan murid-muridnya untuk menaikkan doa ini, khususnya ketika kita mengucapkan frasa ini?

 

Doa ini, dimualai dengan sebuah permohonan ampun akan kesalahan.  Lalu, apa yang dimaksud dengan kesalahan itu? Jika kita membandingkan dengan beberapa Alkitab bahasa Inggris, maka kita akan menjumpai bahwa kata kesalahan dalam terjemahan bahasa Indonesia, diterjemahkan dengan kata debts (hutang). Hutang? Ya! Hutang.  Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan kesalahan.  Lalu, apa yang menjadi hutang kita, sehingga dikatakan bahwa hutang kita perlu untuk diampuni?  Hutang kita adalah dosa.  Mungkin, kita sudah tidak asing lagi dengan penggambaran mengenai dosa yang telah diajarkan kepada kita, seperti halnya: meleset dari sasaran, memberontak kepada Allah dan lain sebagainya.  Namun, hari ini kita diingatkan bahwa dosa juga digambarkan sebagai hutang dalam doa Bapa kami.  Betul! Hutang! Meskipun demikian, oleh karena kasih karunia Allah, hutang dosa kita telah dibayar lunas dan itu yang dinamakan dengan pengampunan.  Jika demikian, sudah seharusnya kita mengampuni orang yang berhutang kepada kita. Sudah seharusnya kita mengampuni orang yang sudah bersalah kepada kita

 

Kehidupan pernikahan juga tidak lepas dari apa yang dinamakan dengan kesalahan. Oleh karena itu, Lao Tzu, salah seorang Filsuf Tiongkok mengatakan demikian, “Marriage is three parts love and seven parts forgiveness of sins.” Pernikahan terdiri dari tiga bagian kasih dan tujuh bagian pengampunan terhadap disa.  Pernikahan adalah sebuah dinamika kehidupan yang juga memerlukan sebuah pengampunan. Terkadang pasangan kita bisa menyedihkan hati kita, tidak mengasihi dan bertanggung jawab pada kita, atau bahkan berbalik dari kita?  Sudahkah kita mengampuni hutangnya? Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita.  Amin.                       -cu