DIANTARA DUA PILIHAN Kejadian 50:15-21

by samuelyasa


Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.                               Kejadian 50:20

Kisah tentang Yusuf bukanlah sebuah kisah yang baru dalam perjalanan iman kita dalam mengikut Tuhan.  Mungkin kita sudah mengenal kisah ini sejak kita masih berada di bangku Sekolah Minggu.  Secara singkat, beginilah kisah tetang Yusuf.  Ia adalah orang muda yang sangat dikasihi oleh ayahnya. Tetapi sayangnya, semua saudara-saudara tidak mengasihinya. Hanya lantaran iri hati kepadanya, saudara-saudaranya menjual Yusuf kepada saudagar dari Midian. Setelah itu, Yusuf dijual kepada orang Mesir. Sesampainya di sana, ia difitnah oleh istri Potifar.  Hal ini menyebabkan Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Harapan Yusuf keluar dari penjara terbuka luas, namun Alkitab mencatat selama dua tahun ia dilupakan oleh sang kepala juru minuman. Singkat cerita, Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi Firaun dan akhirnya Yusuf menjadi seorang yang punya kuasa di Mesir. Hal ini tidak membuat Yusuf lupa kepada keluarganya.  Ia memboyong keluarganya untuk pindah ke Mesir.

 

Setelah itu, Yakub meninggal dunia.  Saudara-saudara Yusuf pun menjadi takut.  Mereka takut jika Yusuf akan menggunakan kesempatan ini untuk membalas dendam kepada mereka yang telah berbuat jahat kepadanya.  Ketakutan ini membuat mereka meminta seseorang untuk menyampaikan pesan kepada Yusuf.  Mendengar hal ini menangislah Yusuf.  Selain itu, saudara-saudaranya juga siap dengan hukuman yang harus mereka terima.  Oleh karena itu, mereka telah siap menjadi budak Yusuf.  Namun, apa tindakan Yusuf?  Yusuf mengatakan bahwa ia bukanlah pengganti Allah dan ia tidak berhak untuk menghukum mereka.

 

Dari hal ini kita melihat, bahwa Yusuf mempunyai pilihan untuk menghukum dan membalas kejahatan mereka, namun pilihan apa yang telah ia buat?  Ia tidak menghukum dan membalas kejahatan mereka, namun mengampuni mereka.  Yusuf telah mengambil pilihan yang terbaik.  Bagaimana dengan kita? Jika kita diperhadapkan diantara dua pilihan, membalas atau mengampuni, pilihan apa yang akan kita ambil? Kiranya Tuhan menolong kita.  Amin.          -cu