AKU PUN DIAMPUNI-NYA! Kolose 3:12-19

by samuelyasa


Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian                                                   Kolose 3:13

 

Dalam sebuah kesempatan, Pdt. Paul Gunadi mengungkapkan dua hal yang mungkin menghalangi kita untuk mengampuni, yaitu: kodrat keadilan dan emosi.  Pertama, kodrat keadilan.  Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, kita memiliki kodrat keadilan.  Dengan adanya kodrat keadilan dalam diri kita, kita memiliki dorongan untuk menuntut balas ketika kita dirugikan.  Kita ingin menghukum perbuatan yang salah itu dengan ganjaran yang menurut kita setimpal dengan tindakannya. Bukankah ini yang kita alami ketika kita disakiti?  Kita tidak mau mengampuni karena ada dorongan dalam diri kita untuk menuntut balas ketika kita dirugikan.

 

Kedua, emosi kita.  Setiap kita memiliki emosi.  Kita dapat merasa marah dan sakit ketika kita dirugikan.  Ketika kita marah dan sakit, kita terdorong untuk melampiaskan emosi kita dalam bentuk pembalasan.  Ketika pembalasan itu telah direalisasikan, maka intensitas marah dan sakit kita menjadi surut.

 

Kedua hal diatas adalah halangan dalam diri kita untuk mengampuni, namun melalui firman Tuhan yang kita baca dan renungkan bersama hari ini, kita diingatkan bahwa di dalam Kristus kita adalah manusia baru.  Manusia yang telah dikuduskan dan dikasihi oleh Allah.  Dalam ayat 12, kita melihat bahwa Paulus meminta kita untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.  Kelima hal ini menjadi bekal bagi seorang anak Tuhan agar dapat berlaku sabar dan mengampuni orang lain.  Bagi Paulus, pengampunan adalah hal yang bisa dilakukan.  Mengapa demikian?  Karena tidak ada seorang yang sempurna dan tidak pernah jatuh ke dalam dosa.  Oleh karena itu, sebagaimana kita telah menerima pengampunan dari Tuhan sudah selayaknya kita juga mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kita.  Kiranya Tuhan menolong kita sekalian.  Amin.

 

To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you.”  Lewis B Smeed                       -cu

Iklan