SEBAB AKU-PUN TELAH DIAMPUNI-NYA Matius 18:21-35

by samuelyasa


Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu                                                  Matius 18:35

 

Dalam bagian ini, kita mendapati bahwa ada sebuah kisah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus.  Dalam kisah itu ada seorang hamba yang berhutang 10.000 talenta.  Berapa nilai 10.000 talenta?  Perlu kita ketahui bahwa 1 talenta sama dengan 6.000 dinar dan 1 dinar adalah upah seorang buruh kasar dalam 1 hari (bdk. Mat 20:2,13). Jadi 1 dinar nilainya sama dengan Upah Minimum Regional (UMR) pada saat ini.  Jika UMR satu hari adalah Rp. 40.000,- maka hamba ini berhutang sebanyak Rp. 2,4 Triliun.  Suatu jumlah yang tidak mungkin untuk dibayar.  Namun, karena anugerah dari raja itu, hutangnya dihapuskan.

 

Dalam perjalanan pulang ia bertemu dengan temannya yang berhutang 100  dinar kepadanya. Berapakah nilai 100 dinar? Jika dikonversi ke rupiah, maka nilainya hanya sebesar Rp.4.000.000,- Namun, ketika melihat temannya itu, rasa sukacita itu berubah menjadi marah. Dengan kemarahannya, ia langsung mendatangi temannya dan menagih hutangnya.  Namun, temannya meminta kemurahan hatinya dan ia tidak memberikannya malahan membawa temannya itu masuk ke dalam penjara.  Melihat hal ini, teman-temannya melaporkan perbuatan hamba yang “jahat” ini kepada raja.  Seketika itu juga raja menjadi marah dan memanggil hamba itu. Raja berkata kepadanya, “Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Raja menjadi begitu marah hingga akhirnya diserahkanlah hamba yang “jahat” tersebut kepada algojo-algojo sampai ia melunaskan hutang-hutangnya dan Tuhan Yesus mengakhiri kisah ini dengan mengatakan, “Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

 

Kita adalah orang-orang berdosa yang telah menerima anugerah pengampunan dari Tuhan.  Jika kita sudah menerimanya, bukankah kita juga seharusnya mengampuni saudara yang bersalah kepada kita.  Kiranya Tuhan menolong kita sekalian.  Amin. -cu