BERDAMAILAH DAHULU

by samuelyasa


Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Matius 5:23-24

 

 

Ketika sakit hati, sangat penting bagi kita untuk tidak mengabaikan dan membiarkannya berkarat, yaitu membiarkannya berlarut-larut dan kita tenggelam dalam suatu keadaan tanpa damai sejahtera. Hal ini dapat membuat si jahat menggunakan kesempatan tersebut dan menguasai amarah kita.

 

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa sebelum kita membawa persembahan kita untuk-Nya, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah menyelesaikan masalah dengan saudara kita dulu.

 

Kita harus cepat memberi ampun, tetapi juga lekas berbicara kepada orang-orang yang kita yakini telah menyakiti kita. Tujuan kita haruslah berjalan dalam kasih dan kesatuan serta menemukan perdamaian. Meskipun orang lain mungkin menyakiti kita dengan sengaja dan tidak ada niat untuk meminta maaf atau memohon ampun dari kita. Dengan pengampunan, kita akan merasa lebih baik daripada menyimpan kepahitan atau dendam. Hal ini akan membantu kita untuk mendapatkan kembali kegembiraan dan kebebasan kita di hadapan Tuhan. dibutuhkan keduabelah pihak untuk berdamai, tetapi hanya satu untuk mengampuni.

 

DOA:

Bapa di surga, kami bersyukur karena Engkau telah mengampuni kami tanpa syarat. Kami sadar bahwa tanpa pengampunan-Mu, kami tidak akan bisa menghadap-Mu karena Engkau adalah Allah yang kudus, sedangkan kami hanyalah manusia yang penuh dosa. Kami memahami bahwa sangat penting bagi kami untuk mengampuni mereka yang telah bersalah kepada kami. Kami juga memahami bahwa kami harus mengampuni diri kami sendiri dan melepaskan semua kemarahan kami dan menyerahkannya kepada-Mu. Bantulah kami untuk mengampuni sebagaimana Engkau sendiri telah mengampuni kami anak-anak-Mu. Amin.