Dosa dan Pengampunan dalam Hidup Manusia

by samuelyasa


Yesus berkata kepada murid-muridNya: ”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia”                                         Lukas 17:1-4

 

Pengampunan yang telah kita terima dari Tuhan menjadi dasar atau landasan yang kuat untuk memberikan pengampunan atau untuk saling mengampuni satu sama lain: ”Ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah juga demikian” ( Kol 3:13 ). Hal yang sama juga ditegaskan oleh Tuhan Yesus bahkan dalam formulasi yang lebih tegas dan keras.

Tuhan Yesus tidak hanya meminta supaya para pendengarnya saling mengampuni ketika mereka berbuat salah atau dosa, tetapi lebih dari itu Dia menuntut agar mereka memiliki semangat atau jiwa belas kasih dan kemurahan hati yang tanpa batas kepada saudara-saudarinya dengan kesediaan untuk saling mengampuni dengan pengampunan yang tidak terbatas. ”Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia”. Pengampunan tidak bisa dihitung dan dibatasi oleh jumlah angka, juga tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. ”…Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Luk 18, 22). Kapan, dimana dan dengan siapa pun kita harus siap untuk saling mengampuni dan memberi ampun. Itulah semangat kasih yang harus dimiliki oleh setiap pengikut Yesus.

Perwujudan nyata dari kehidupan orang percaya adalah kesediaan untuk memberikan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Terkadang memang sangat sulit memberikan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita, terlebih apabila orang yang melakukan kesalahan kepada kita adalah anggota keluarga kita sendiri. Namun, hal pengampunan adalah mutlak untuk dilakukan, karena Tuhan pastinya akan memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat melakukannya asalkan kita rela dan bersedia untuk mengikuti apa yang Tuhan perintahkan di dalam Firman-Nya.

Iklan