Seorang Bapa Sebagai Pengajar (5) : Bersyukur

by samuelyasa


 

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.       1 Tesalonika 5: 18

 

 

Teks ini adalah surat yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Tesalonika.  Kitab ini sangat menarik karena kitab ini dituliskan oleh rasul Paulus pada saat jemaat sedang mengalami penganiayaan yang membuat mereka merasakan ketidaknyamanan dalam hidup mereka.  dalam bagian pasal 5: 12-22, rasul Paulus memberikan nasihat kepada jemaat yang ada di sana salah satunya adalah agar mereka senantiasa mengucap syukur dalam segala keadaan. Mengucap syukur menjadi bagian yang gampang-gampang susah untuk dilakukan karena mengucap syukur seringkali dikendalikan oleh sikon.  Mudah bagi kita mengucap syukur kalau semuanya lancar-lancar saja, doa kita dikabulkan oleh Tuhan, dll.  Tetapi ini akan menjadi sulit ketika keadaan kita tidak baik, usaha tidak lancar. Kita terkena penyakit kronis, dll.  Tetapi sebenarnya pengucapan syukur seperti apa yang dimaksudkan dalam bagian ini? Kata mengucap syukur dalam teks ini memiliki akar kata “charis” yang berarti anugerah Tuhan.  Ada penafsir yang menafsirkan nasihat rasul Paulus ini dari 2 sudut pandang, yaitu pertama, bersyukur atas anugerah keselamatan yang diberikan Tuhan dan kedua, bersyukur atas kesempatan hidup dalam penganiayaan.  Biasanya hal yang kedua ini sangat sulit untuk dilakukan tetapi inilah esensi dari hati yang bersyukur kepada Tuhan.

 

Di dalam keluarga, anak-anak akan melihat orang tua mereka. Akan ada banyak situasi dalam keluarga yang bisa saja membuat orang tua terutama bapak sebagai pencari nafkah tidak mengucap syukur.  Ketika seorang bapak tidak mampu mengucap syukur dalam keadaan yang sulit maka sesungguhnya transfer nilai tersebut gagal untuk dilakukan.  Anak yang setiap hari melihat bapaknya bersedih bahkan sampai bersungut-sungut maka ia juga akan menjadi pribadi yang demikian juga.  Mengucap syukur menjadi bagian yang sulit untuk dilakukannya padahal seharusnya pengucapan syukur itu terus dilakukan dalam hidupnya karena anugerah Tuhan yang tidak terkira itu.  Lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang bapak? Kesulitan memang tidak bisa dihindarkan dalam hidup manusia tetapi yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir dan belajar bagaimana meresponi apa yang diijinkan Tuhan untuk dialami.  Bergumullah bersama istri di hadapan Tuhan tetapi ingat jangan di depan anak-anak kita karena itu akan mempengaruhi mereka.  amin.                   Jho