Seorang Bapak sebagai Pengajar (2): Sabar Dalam Mengajar

by samuelyasa


Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.                         

 Ulangan 6: 6-7

 

Ciri kedua dari seorang bapa sebagai pengajar adalah konsisten.  Dari ayat yang kita renungkan pada hari ini, kita mendapati adanya pengulangan pengajaran yang dilakukan oleh seorang bapa kepada anaknya.  Dikatakan “mengajarkannya berulang-ulang” dan “membicarakannya pada saat…” menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya seorang bapa mengajar anaknya.  Pengajaran itu bukan dilakukan kalau sempat atau kalau ingat tetapi setiap saat secara konsisten.

 

Dalam sebuah buku tentang pola mengajar anak dikatakan bahwa untuk membuat seorang bayi yang berusia 4 bulan bisa membaca maka harus dilakukan pengajaran kepada mereka.  Pengajaran ini dilakukan secara terus menerus dengan pengulangan yang cukup banyak.  Ketika ia beranjak dewasa, intensitas pengajaran bisa dikurang secara bertahap.

 

Saya merenungkan dan mendapatkan sebuah kebenaran bahwa pengulangan menjadi bagian yang penting dalam mengajarkan kebenaran kepada seorang anak.  Ketika kita mengajarkan kepada anak kita bahwa mencuri itu dosa maka kita harus berulang-ulang kali mengingatkan anak kita bahwa mencuri itu dosa.  Ketika kita mengajarkan kepadanya secara berulang-ulang maka sebenarnya kita sedang menginvestasikan kebenaran dalam diri anak tersebut.

 

Akan tetapi bukankah sebagai seorang bapa, kita seringkali tidak sabar?  Kita mau anak kita bisa mengerti dengan cepat.  Kita mau ia berubah dengan sekali teguran saja. Hal seperti ini tidaklah mungkin akan terjadi dalam diri anak kita.  Anak kita membutuhkan pengajaran yang konsisten dari kita.  Oleh karena itu, mari kita belajar untuk menjaga konsistensi pengajaran kita kepada anak-anak kita.  Mari lakukan itu dengan setia maka Anda akan melihat dan menikmati buah pengajaran Anda di dalam diri anak-anak Anda.                                                                             Jho