KELUARGA YANG TERANCAM

by samuelyasa


24:15  Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Yosua

 

 

Ada beberapa hal yang penting dalam perenungan kita selama seminggu ini yang berkenaan dengan keluarga sebagai lembaga ciptaan Allah yang sekaligus menjadi tujuan dan alat Allah untuk mencapai tujuan. Hal-2 yg patut direnungkan itu sebagai berikut:

 

  1. Masterpiece dari Allah Pencipta adalah manusia yang diciptakan seturut gambar-Nya sendiri.
  2. Manusia diciptakan untuk keluarga dan melalui keluarga sehingga menjadi hubungan yang tak terpisahkan. Seiring dengan hal tersebut, keluarga menjadi tujuan Allah dan sebagai wahana di tangan Allah untuk mencapai tujuan-Nya bagi manusia.
  3. Relasi menjadi factor penting bagi Allah, khususnya terhadap manusia ciptaan-Nya. Allah mau berelasi dg manusia, bahkan hal itu menjadi tujuan Allah sendiri sebelum manusia diciptakan-Nya. Bahkan boleh dikatakan bahwa relasi menjadi inti tujuan-Nya bagi kita.  IA menjadi Allah manusia dan manusia tetap beribadah kepada-Nya. Bukankah hal itu yang menjadi salah satu inti perjanjian-Nya dengan Abraham?
  4. Keluarga menjadi tempat pertama kali manusia mengenal Allah dan berelasi dengan-Nya. Itulah sebabnya keluarga menjadi amat vital bagi Allah dan bagi manusia untuk melakukan mandate-Nya. Bila boleh digambarkan, keluarga bagaikan sebuah titik krusial yang amat penting dan berharga, laksana sebuah simpul yang mengikat bagian-2 penting, seperti sebuah jembatan yang penting untuk menyambungkan dua wilayah.
  5. Tahukah anda bahwa pekerjaan iblis untuk menghancurkan keluarga begitu intens-nya. Iblis bertindak sangat strategis dg menghancurkan keluarga-2 Allah agar tujuannya tercapai, yakni pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga yang tidak datang beribadah kepada Allah. Tidak memiliki relasi yang intim dengan Allah.     jp