MUNGKINKAH ALLAH MENCAPAI TUJUAN-NYA?

by samuelyasa


3:20  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 21  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.                               

 (Kolose)

 

Telah disinggung sebelumnya tentang tujuan Allah dalam dan melalui keluarga, yakni untuk melahirkan keturunan-keturunan yang beribadah kepada TUHAN Allah, yang memiliki rasa hormat dan takut akan DIA.  Tugas ini dipercayakan oleh TUHAN kepada setiap orantua, yang dalam pelaksanaannya ternyata bukanlah sesuatu yang mudah. Bukan saja sekedar petuah dan petunjuk yang dilontarkan melalui mulut orangtua, namun juga melibatkan segenap aspek kehidupan dalam diri sang orangtua yang dimulai dari sebuah penuturan, mendoakan dan meneladankan sehingga anak-2 menyaksikan sesuatu yang utuh dari apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

 

Anak-anak yang tidak taat dan berkecenderungan untuk berontak dan bapa-bapa yang menyakiti hati anak-anaknya nampaknya menjadi dinamika yang sangat mungkin terjadi dalam rangka menyiapkan generasi Illahi. Di samping factor pendekatan dan metode yang seringkali dijadikan alasan untuk sebuah kegagalan orangtua dalam hal mendidik anak-anaknya, nampaknya kita tidak dapat mengenyampingkan begitu saja factor dosa yang memberikan pengaruh dalam hati dan sikap dari para anak dan para orangtua.. dosa selalu berekses pada pemberontakan dan ketidak taatan yang terjadi dalam diri anak-2, hal ini akan ditambahkan bila orangtua tidak memberikan didikan yang tegas dan dalam keteladanan. Dosa juga berekses ketidak setiaan dalam diri orangtua untuk melakukan apa yang perintah Allah sehingga tidak sedikit orangtua yang jatuh dalam keputus asaan dalam mendidik anak-anaknya dan akhirnya melakukan pembiaran terhadap apa yg terjadi dalam diri anak-2 mereka. Pada akhirnya dosa mengakibatkan terjadinya lingkaran setan dalam hubungan antara orangtua dan anak.

 

Pencapaian terhadap tujuan Allah dalam keluarga bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi bila para orangtua melakukannya atas dasar hikmat dan kemampuan diri sendiri. Allah sangat menyukai orangtua yang berupaya dan senantiasa mengandalkan hikmat dan campur tangan-Nya yang akan selalu dikerjakan-Nya melalui karya Roh Kudus. Dia adalah Allah yang dapat diandalkan.                                                                   jp