MUNGKINKAH ALLAH MENCAPAI TUJUAN-NYA?

by samuelyasa


3:6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. . . . 8  Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.                                                                                     

 (Kejadian)

 

Sadarkah  ketika kita membaca Alkitab bahwa problem yang muncul pertama kali setelah manusia diciptakan adalah problem keluarga, atau problem yang muncul dalam konteks keluarga? Masalah krusial yang membawa manusia dan keturunannya selalu terlibat dengan dosa, yang dimulai dari seorang istri yang mengajak suaminya untuk melakukan pelanggaran terhadap hukum Allah. Pelanggaran yang terjadi karena ada seorang suami yang tidak melakukan fungsinya untuk memimpin istrinya; yang tidak melakukan tugasnya yang seharusnya dapat mencegah istrinya untuk melakukan hal yang salah di hadapan TUHAN.

 

Akibat kesalahan yang dilakukan oleh keluarga (atau salah satu anggota keluarga) harus ditanggung dan dihadapi oleh keluarga tersebut. Kita sungguh mengetahui apa yang terjadi dalam keluarga tatkala menghadapi kesalahan atau permasalahan. Kesalahan selalu menghadirkan rasa takut. Mengapa demikian? Karena kebenaran tidak ada dalam diri kita, sementara kebenaran selalu memberikan rasa damai dan keberanian. Dalam rasa takut karena kesalahan manusia selalu berusaha untuk menyelesaikan. Langkah yg dianggap paling mudah adalah dengan cara menutupinya.  Kesalahan dalam keluarga sering kali harus ditutup-2i untuk mempertahankan wibawa dan menjaga muka. Jangan sampai berita buruk ini tersiar karena dianggap hal ini adalah aib keluarga.

 

Tuhan tidak pernah melepaskan keluarga dari akibat dan tanggung jawab karena kesalahan. Keluarga harus menanggungnya sekalipun IA adalah Allah yang senantiasa mengasihi dan memberikan jalan keluar. Mungkinkah tujuan Allah tercapai melalui keluarga bila keluarga harus menghadapi tantangan dan masalahnya seperti ini? Bila suami atau istri atau keduanya dengan sepakat melakukan pelanggaran hukum Allah?    jp

Iklan