DESIGN ALLAH untuk KELUARGA

by samuelyasa


1:27  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”                                                                    (Kejadian)

 

SEMOGA BERBAHAGIA seringkali diucapkan kepada dua manusia (laki-2 & perempuan) yg baru saja diikat dalam perkawinan. Pertanyaannya, mengapa SEMOGA? Bukankah seharusnya SELAMAT atau PASTI berbahagia?

 

Logikanya sederhana, bukankah manusia (laki-2 & perempuan) itu adalah diciptakan sesuai dengan gambar-Nya. Kalau laki-2 dan perempuan yg dipersatukan dalam keluarga, keduanya sesuai gambar Allah apakah ada kemungkinan (besar) bahwa mereka tidak bahagia? Bila ada, maka ada sesuatu yg salah dalam diri Allah yang gambar-Nya diturunkan kepada manusia ciptaan-Nya. Betul sekali! Idealnya memang demikian, namun bagaimana faktanya? Sadarkah kita bahwa gambar dan rupa Allah dalam diri manusia (berpengaruh dalam keluarga) sudah rusak? Sadarkah kita bahwa itulah yang membuat kebahagiaan dalam keluarga bisa dicapai dan bisa tidak tercapai, shg istilah SEMOGA itu sangat tepat?

 

Allah mendesign keluarga untuk BAHAGIA, IA merancangnya agar diberkati. TUHAN mencptakan keluarga untuk menjadi co worker in creation – beranak cuculah. Namun sesungguhnya tidak sekedar beranak cucu saja, tetapi juga melahirkan anak cucu yang seturut dg gambar-Nya juga, keturunan yang mengenal dan memiliki rasa hormat & takut akan TUHAN.  Bandingkan dengan perjanjian Allah dengan Abraham (Kejadian 17:7&9), perjanjian agar keturunan Abraham tetap menyembah kepada TUHAN Allah.

 

Saya meyakini bahwa Allah mendesign keluarga tidak hanya  melaksanakan mandat Allah untuk beranak cucu, dalam arti melahirkan keturunan (manusia-2 baru) saja namun IA mempercayakan sesuatu yang jauh lebih besar, yakni memberikan generasi-2 Allah. Dan itu dipercayakan kepada keluarga. Coba renungkan, betapa luar biasanya peranan keluarga dalam pemenuhan tujuan-tujuan Allah dalam dunia ini.                           jp