Nyatakan Kepedulianmu! Yakobus 1:26-27

by samuelyasa


“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”

(Yak. 1:27)

 

Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF), pada hari Jumat, 8 Juli 2011, memperkirakan lebih dari dua juta anak di Tanduk, Afrika, kekurangan gizi. UNICEF menyatakan, anak-anak tersebut memerlukan tindakan mendesak untuk menyelamatkan nyawa jika mereka diharapkan bertahan hidup.  Lebih lanjut UNICEF menuliskan demikian, “Angka kekurangan gizi akut global di Kenya Utara sekarang lebih dari 25 persen, dengan angka tertinggi hampir mencapai 40 persen di kabupaten Turkana,” tulis UNICEF. Organisasi itu memperkirakan sebanyak 10 juta orang memerlukan bantuan kemanusiaan.Menurut UNICEF, krisis tersebut adalah yang terburuk dalam 50 tahun di daerah yang terbiasa dengan kemarau. Kenya, Somalia, Ethiopia dan Djibouti adalah daerah paling parah dilanda kemarau. “Setengah juta anak itu menghadapi kondisi yang mengancam nyawa, dan konsekuensi lama bagi perkembangan mental dan fisik mereka,” demikian menurut siaran pers UNICEF.Masalah-masalah ini memerlukan penanganan yang lebih lanjut dan bukan hanya menjadi tanggung jawab salah satu organisasi saja, melainkan setiap lembaga atau pribadi yang ada di muka bumi ini, termasuk diantaranya anak-anak Tuhan atau gereja.

 

Namun, ironisnya, tidak sedikit anak-anak Tuhan atau gereja Tuhan yang tidak peduli akan hal ini, maka tidak heran jika seorang dosen dari salah satu sekolah teologi di Indonesia mengatakan bahwa gereja-gereja Injili telah dinilai sebagai gereja yang menyangkali dunia (world-denying church) ketimbang gereja yang melibatkan diri dengan masalah-masalah dunia (world-engaging church).

 

Melalui renungan yang kita baca, sekali lagi kita diingatkan bahwa kita, anak-anak Tuhan ataupun gereja dipanggil untuk peduli terhadap masalah-masalah yang ada di sekitar kita.  Yakobus ingin mengingatkan kita bahwa salah satu bentuk keagamaan yang murni dan tidak bercacat adalah menolong orang yang tidak berpengharapan.  Gambaran ini jelas terdapat dalam kehidupan janda-janda dan yatim piatu, di mana mereka

 

seringkali digunakan untuk mewakili masyarakat yang tidak mempunyai pengharapan itu.  Lalu, apa yang dapat kita lakukan?  Kita dapat melihat dari kata mengunjungi yang digunakan dalam bagian ini.  Menurut seorang penafsir, kata mengunjungi bukan hanya merujuk pada kehadiran secara fisik saja, tetapi merujuk juga pada sebuah upaya untuk memberikan pertolongan kepada yang dilihat.  Jika demikian, sudahkah kita sebagai anak-anak Tuhan atau gereja melakukan hal itu?  Kiranya Tuhan memampukan dan menolong setiap kita.  Amin. cu