Sudahkah Kau Peduli? Lukas 10:25-37

by samuelyasa


”Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belaskasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”                                                 (Luk. 10:37)

 

Pada tanggal 9 Desember 2011 yang lalu, terjadi sebuah kebakaran yang melanda Rumah Sakit AMRI, Kalkuta, India Timur.  Setidaknya ada 70 orang pasien dan 3 orang petugas rumah sakit meninggal dunia.  Kebakaran terjadi pada pukul 03.00 waktu setempat, di mana sebagian besar pasien sedang tertidur lelap.  Namun, beberapa pasien yang mencium bau asap yang sangat pekat itu menjadi terbangun dan menyelamatkan diri dari musibah kebakaran yang dasyat itu.  Kebakaran ini merupakan yang kedua di rumah sakit yang sama selama tiga tahun terakhir dan Menteri Besar negara bagian Bengala Barat, Mamata Banerjee, memerintahkan penyelidikan penuh atas kebakaran kali ini.  Menurut sejumlah pejabat lain, banyaknya korban jiwa dalam kebakaran ini disebabkan karena karyawan rumah sakit berlomba-lomba untuk menyelamatkan diri mereka.  Mereka tidak peduli dengan keberadaan para pasien yang saat itu sedang terkurung dalam ruangan yang penuh dengan kepulan api dan asap itu.

 

Sikap tidak peduli inilah yang dimiliki oleh seorang Imam dan Lewi ketika mereka melihat ada seorang yang sedang mengalami musibah.  Namun, berbeda halnya dengan orang Samaria, seorang yang dianggap rendah dan dibenci oleh orang-orang Yahudi.  Ia menyediakan dirinya untuk membantu dan menolong orang yang sedang mengalami musibah.  Ia tidak pernah bertanya kepada orang terkena musibah itu, apakah ia seorang Yahudi, Romawi, Yunani atau Siria.  Ia juga tidak pernah bertanya, apakah ia seorang yang kaya atau miskin, terpandang ataupun tidak.  Baginya, seorang yang telanjang, terluka dan hampir mati itu adalah saudaranya yang paling membutuhkan pertolongan.  Oleh karena itu, ia tidak segan-segan untuk merogoh koceknya untuk membiayai semua perawatan yang dilakukan oleh pemilik penginapan selama beberapa hari.  Bahkan, tidak pernah muncul dalam pikirannya untuk meminta saudaranya yang terluka itu mengganti uang, keamanan dirinya, waktu, tenaga dan perhatian yang telah dikeluarkannya. Inilah bentuk kepedulian yang sejati, penuh dengan pengorbanan dan ketulusan.

 

 

 

Kita, orang-orang percaya hidup di tengah-tengah lingkungan yang penuh dengan berbagai macam masalah yang mungkin menimpa orang-orang yang ada di sekitar lingkungan kita.  Kita dipanggil untuk menjadi seperti orang Samaria yang telah menunjukkan kepeduliannya dengan sempurna.  Apakah kita sudah melakukan peranan kita?  Menunjukkan kepedulian kita kepada mereka yang sedang dirundung masalah?  Kiranya Tuhan menolong kita.  Amin.                     cu

Iklan