Hanya Anugerah Semata. Efesus 2:1-10

by samuelyasa


“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”(Ef. 2:8-9)

 

Setiap kita pasti tidak pernah luput dari apa yang dinamakan dengan masa lalu.  Siapakah kita sebelum kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita?  Kita adalah orang yang hidup di bawah murka Allah karena kita hidup di dalam dosa.  Hal inilah yang dibicarakan dalam ayat pertama hingga ketiga dalam bacaan kita hari ini.  Paulus menggambarkan bahwa hidup di dalam dosa membuat kita hidup dalam “kematian.”  Mati karena kita hidup di luar Allah.  Mati karena kita tidak terkoneksi dengan Allah, sumber hidup itu.  Namun, syukur kepada Allah yang kaya akan rahmat.  Ia telah melimpahkan kasih-Nya yang besar kepada setiap kita, orang percaya dan karena itulah hidup kita menjadi hidup kembali.  Inilah yang disebut dengan kasih karunia Allah itu (lih. ay. 5).

Konsep mengenai kasih karunia itu menjadi lebih jelas lagi jika kita melihat dalam ayat ke-8 hingga ayat ke-10.  Bagi Paulus, jelas bahwa keselamatan itu bukan karena usaha kita, namun semata-mata karena anugerah Allah.  Tidak ada andil sedikitpun dari manusia dalam hal ini.  Oleh karena itu, Paulus menasehatkan agar kita tidak menjadi orang yang memegahkan diri kita.  Setelah kita menerima anugerah Allah, apa yang menjadi respon kita?  Sudah seharusnya kita melakukan pekerjaan baik yang telah Allah rancangkan bagi hidup kita.  Pekerjaan baik bukan menjadi suatu syarat bagi kita agar kita mendapatkan keselamatan, namun menjadi sebuah respon atas anugerah Tuhan yang telah kita terima.  Senada dengan hal ini, John Stott mengatakan demikian, “Good works are indispensable to salvation – not as its ground or means . . . but as its consequence and evidence.”(pekerjaan baik sangat diperlukan dalam keselamatan – bukan sebagai dasar atau cara . . . namun sebagai sebuah konsekuensi dan bukti).  Mari kita yang sudah mengalami anugerah Tuhan terus bergiat dalam melakukan pekerjaan baik bagi Tuhan.  Amin.

 

 

Bukan kar`na kebaikanmu, Bukan kar`na fasih lidahmu

Bukan kar`na kekayaanmu, Kau dipilih, kau dipanggilNya

Bukan kar`na kelebihanmu, Bukan kar`na baik rupamu

Bukan kar`na kecakapanmu, Kau dipanggil, kau dipakaiNya

 

Bila engkau dapat, itu karenaNya

Bila engkau punya, semua daripadaNya

Semua hanya anugrahNya, Dib`rikanNya pada kita

Semua anugrahNya bagi kita, Jika engkau dipakaiNya

                                                                                                            cu