PERAN GEREJA DI DUNIA

by samuelyasa


“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

(Kisah Rasul 1:8)

 

Gereja lahir pada hari Pentakosta, yaitu ketika Roh Kudus turun atas orang-orang percaya yang sedang berkumpul. Roh Kudus adalah kekuatan dibalik setiap pertumbuhan dan setiap pelayanan yang efektif di gereja. Sebuah gereja tidak mungkin berbeda dengan dunia tanpa bersandar pada Allah Roh Kudus.

Gereja sebagai mempelai Kristus harus mampu memberikan kesaksian mengenai kekudusan. Dengan kata lain menjaga kesucian hidup hingga bertemu dengan Tuhan. Tindakan tersebut merupakan peperangan rohani. Kekudusan hidup tak dapat dikejar dengan usaha manusia sendiri melainkan merupakan buah relasi/persekutuan/komitmen yang benar bersama Tuhan. Orang Kristen harus dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus karena tanpa kuasa-Nya, seseorang tidak akan mampu menjalankan Firman.  Lantas, apa saja peran gereja sebagai pembawa visi Allah dalam dunia ini:

 

Penyembahan (Worship)

Gereja dipanggil untuk melayani dan memuliakan Allah bukan hanya dalam praktek hidup sehari-hari tapi juga dalam pertemuan ibadah. Penyembahan adalah hal yang biasa dilakukan dalam PL, ini terlihat jelas dalam kitab Mazmur. Kitab Wahyu juga menggambarkan umat Allah sebagai umat yang memuji dan membesarkan Allah. Dalam ibadah orang percaya memfokuskan hatinya kepada Allah, kepada kebesaranNya dan perintah-perintahNya. Dengan demikian orang percaya dibangun dan dikuatkan untuk melayani Allah dalm hidupnya sehari-hari. Unsur-unsur ibadah yang utama adalah: Pujian, Doa dan Firman Tuhan dan persembahan.

 

Pembangunan (edification)

Pembangunan yang dimaksud disini adalah bagaimana orang percaya mengalami pertumbuhan makin dewasa. Gereja menjadi tempat dimana iman, karakter mereka dibangun (edified). Untuk bertumbuh, orang percaya membutuhkan persekutuan, nasihat, disiplin, penghiburan dan pengajaran.

 

 

 

Persekutuan (koinonia)

Kata persekutuan adalah terjemahan dari kata koinonia yang memiliki arti berbagi bersama (sharing together). Yang dibagikan atau dinikmati bersama adalah kehidupan bersama Allah (1 Yoh 1:3-7). Ekspresi mendasar dari persekutuan ini adalah kasih Agape: kasih yang memberi, mengampuni, berkorban.

 

Pelayanan (diakonia)

Yesus kepala gereja menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani. Melayani adalah gaya hidup gereja. Roh Kudus memberikan karunia yang unik kepada orang percaya untuk dipakai melayani satu dengan yang lain. Orang percaya tidak hanya dipanggil untuk saling melayani tapi juga dipanggil untuk melayani dunia ini (Gal 6:10). Berbuat baik di dunia ini, menjadi garam dan terang (Mat 5:16). Ini adalah wujud kepedulian sosial gereja terhadap masyarakat.

 

Penginjilan (Marturia)

Gereja diberikan tugas oleh Tuhan Yesus untuk menjadi saksiNya, memberitakan Injil. (Kis 1:8, Mat 28:16-20). Pemberitaan Injil haruslah menjadi poros/inti dari pelayanan gereja kepada dunia ini. Oleh Injillah manusia berdosa menerima karunia keselamatan (Rom 1:16, Ef 1: 13, 1Kor 15:2). Karena Injil adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan, gereja harus terus memelihara dan memberitakan Injil (2Tim 1, 4).

 

Kehadiran Gereja Tuhan di dunia ini, serta perjalanan dan pertumbuhannya yang tetap bertahan sekalipun melalui dan menghadapi berbagai tantangan dari abad ke abad adalah merupakan suatu misteri. Di sini terlihat misteri pemeliharaan Allah. Walau bagaimanapun Gereja akan tetap hadir di dunia ini sebagai organisme anak-anak Allah . Di sinilah umat belajar mengenal dan menerima serta mengasihi satu dengan yang lain dengan kasih Allah. (band. Yoh.13:34-35). Di dalam dan melalui Gereja Allah menyatakan kasih dan KaryaNYa kepada dunia. Rasul Paulus menulis : “ Kepadaku yang paling hina diantara segala orang kudus , telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat (church) diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di Surga (Ef. 3:8-10).