GRACE UPON GRACE

by samuelyasa


Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan–Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada–Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 (Yohanes 1:14)

 

Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.                                                                                         (Yohanes 1:16-17)

 

Mengapa kita peduli terhadap Gereja? Apa itu Gereja? Gereja bukanlah gedung/bangunan melainkan orang, umat tebusan miliki Allah. Gereja tidak sama dengan group, yaitu perkumpulan orang-orang yang berkumpul atas kepentingan bersama yang datang dari inisiatif sendiri. Gereja dihimpun atas inisiatif Allah ke dalam satu ikatan di dalam Tuhan yang tidak akan terputuskan. Gereja juga berbeda dengan institusi dunia, di mana anggotanya dinilai dan diterima berdasarkan status dan pencapaian; di mana orang yang gagal, lemah dan tak mampu akan tersingkir; dan hanya orang yang sukses, kompeten dan berprestasi yang dipandang, disambut, dan diberi tempat terhormat. Di dalam Gereja setiap orang diterima ke dalamnya berdasarkan anugerah Tuhan. Gereja lebih mirip keluarga di mana setiap orang menerima hak-hak istimewa bukan karena pencapaian mereka tetapi karena dilahirbarukan oleh Roh Kudus ke dalam keluarga Allah. Mari kita melihat seperti apakah kehidupan Gereja dalam hubungannya dengan kasih karunia Allah.  Gereja ada karena kasih karunia Allah. Gereja adalah orang-orang yang dikasihi Kristus, yang menerima penebusan darah-Nya dan diangkat menjadi anak-anak Allah dengan semua hak istimewanya, mereka dipelihara dan diperlakukan seperti biji mata-Nya, setiap gangguan terhadap gereja merupakan serangan terhadap Tuhan. Ketika dunia binasa dan seluruh institusi dunia berakhir, Gereja akan tetap ada dan dibawa ke dalam kekekalan untuk menerima kemuliaan bersama Tuhan. Sungguh suatu gambaran yang begitu luar biasa.  Gereja ada karena kasih karunia, biarlah kasih karunia yang kita terima juga menjadi pola hidup kita, kita yang diampuni biarlah juga mengampuni; kita yang menerima kemurahan biarlah juga menaburkan kemurahan; kita yang walaupun tidak layak telah diterima dan dibawa ke dalam kemuliaan biarlah juga menjadi alat kasih karunia-Nya yang mengangkat orang dari kehinaan ke dalam kemuliaan. Dan biarlah kita menunjukkan hidup yang diubahkan karena kasih karunia-Nya bekerja dalam diri kita.