GEREJA DAN PENERIMAAN

by samuelyasa


21:28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. 29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”                                                  (Matius)

 

Jawaban kita mungkin sama dengan para murid Yesus, yang terakhirlah yang melakukan kehendak BapaNya, karena walaupun ia jawab “tidak mau“ tetapi dia kemudian menyesal dan pergi! Tentunya kita juga bertanya, kalau demikian apa kaitan dengan kalimat-kalimat sesungguhnya? Karena selanjutnya Yesus berbicara ttg orang-orang yang berbeda.

 

Hal ini sesungguhnya mau mengajak kita melihat, kerajaan Allah atau surga itu sendiri bukan tentang siapa orang itu atau statusnya atau strata sosialnya, tetapi lebih jauh ke dalam yaitu tentang respon dari setiap pribadi tentang „Kerajaan Allah yaitu Yesus sendiri.

 

Mereka yang menerimalah yang mendapat Kerajaan Allah itu. Penerimaaan itu sangat penting, banyak orang yang tahu, mengenal, bahkan mengakui, tetapi banyak juga yang tidak menerima, hanya tahu, mengenal , mengakui tapi tidak menerima. Mereka-mereka ini tidak akan pernah masuk dalam kerajaan Allah, padahal kebenaran itu telah diketahui,  ini akan sangat ironis. Bersyukurlah untuk kita yg sdh menerima, mari meresponi seperti anak yg terakhir itu, melakukan kehendak Bapa!       hp