GEREJA – PERSONAL

by samuelyasa


12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.                           (Roma)

 

3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.          (1 Korintus)

 

Pertama kali terlibat dalam pelayanan sekolah Minggu ketika saya masih di SMA, ada sebuah lagu sederhana yang mengajarkan ttg doktrin gereja kepada anak-anak yang berlirikkan – Aku gereja, engkau gereja, kita sama-sama gereja . . . Gereja bukan bangunannya . . .  Setidak-tidaknya menanamkan kepada anak Sekolah Minggu bahwa gereja sesungguhnya tidak merujuk kepada gedung gereja, tetapi kepada setiap pribadi yang dikasihi Tuhan, yang menempatkan Tuhan di dalam kehidupannya dan Tuhan tinggal dalam kita.

 

Gereja bersifat personal, berarti gereja merujuk kepada manusianya, atau setiap orang-orang percaya yang dihimpunkan di dalam dan melalui Yesus Kristus. Di sisi lain, gereja bersifat personal merujuk kepada masing-masing pribadi dan bukan hanya dalam pengertian secara bersama-sama (dihimpunkan atau dikumpulkan).  Dalam hal ini Paulus secara tegas mengingatkan dalam tulisannya:“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu  . . . Sebab bait Allah adalah Kudus dan bait Allah itu ialah kamu.“

 

Implementasi dari ayat ini sangatlah penting, yakni sebuah kesadaran dalam diri setiap orang percaya yang telah ditebus-Nya dalam Yesus Kristus ketika ia menyadari bahwa dirinya adalah bait/tempat kediaman Allah yang kudus. Maka aplikasinya tidak sekedar dikuduskan oleh Allah namun juga menjaga untuk senantiasa hidup kudus di hadapan Tuhan. Dengan demikian Tuhan berkenan dan disukakan oleh kita.         jp