GEREJA yang AM

by samuelyasa


7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” 11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12 sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi

Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”  (Wahyu)

 

Patrick Johnstone menuliskan sebuah buku berjudul The Church is Bigger than You Think, sebuah judul yang menarik untuk diketahui bagi setiap kita yang awam tentang gereja. Seringkali kali pemikiran kita tentang gereja sangat dibatasi oleh tembok-tembok – tembok-tembok secara fisik (gedung gereja), atau tembok-tembok denominasi, atau tembok-tembok organisasi, atau tembok-tembok kesukuan dan wilayah, dan lain sebagainya – sehingga keterbatasan ini membuat kita mengalami ekses-eksesnya.

 

Bila kita menyimak mereka yang datang di hadapan Tahta dan di hadapan Anak Domba adalah kumpulan besar orang yg tak terhitung banyaknya, yang terdiri dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. Jelas hal ini tidak dapat dijelaskan dengan pendekatan denominasi, organisasi, kesukuan dan kedaerahan, apalagi hanya sekedar tembok-tembok gedung gereja.  Bahkan bila kita mengingat perkataan pemimpin ibadah sebelum mengajak  bersama-sama mengucapkan pengakuan iman rasuli, biasanya ia akan memulai dengan perkataan:“Bersama-sama dengan setiap orang percaya di segala tempat dan segala zaman . . .“ Berarti apa yg dituliskan dalam Wahyu tidak mewakili orang-orang percaya di satu tempat saja dan di satu zaman saja, apalagi satu denominasi. Inilah gereja yang Am, gereja yg menempatkan Kristus sebagai kepala.                                                                         jp